Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asosiasi PIDI-PIDGI Buka Suara usai Dokter Internship dr Siti Zahra Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

2 Dokter Internship Meninggal dalam Sepekan, PIDI-PIDGI Ajak Kemenkes Duduk Bareng!

Senin, 27 Juli 2026 - 19:55:00 WIB
2 Dokter Internship Meninggal dalam Sepekan, PIDI-PIDGI Ajak Kemenkes Duduk Bareng!
Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Meninggalnya dua dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dalam kurun sepekan memicu keprihatinan di kalangan tenaga kesehatan. 

Menyikapi peristiwa tersebut, Asosiasi Perhimpunan Internsip Dokter Indonesia–Perhimpunan Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDI-PIDGI) mengajak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) duduk bersama untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat sistem penyelenggaraan program internsip.

Ajakan itu disampaikan melalui pernyataan resmi asosiasi setelah berpulangnya dr Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. dan dr Siti Zahra Maghfira. Menurut PIDI-PIDGI, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk membangun sistem yang lebih aman, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan peserta internsip.

Dalam pernyataannya, PIDI-PIDGI terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua dokter muda tersebut.

"Dengan duka yang mendalam, kami menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya dua rekan sejawat kami, dr. Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. dan dr. Siti Zahra Maghfira. Kepergian ini merupakan duka mendalam bagi keluarga besar peserta internsip serta seluruh tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia," tulis Asosiasi PIDI-PIDGI dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Senin (27/7/2026).

Asosiasi menegaskan bahwa evaluasi terhadap Program Internsip Dokter Indonesia tidak boleh dimaknai sebagai upaya mencari pihak yang bersalah. Sebaliknya, evaluasi harus menjadi langkah bersama untuk memperkuat sistem demi mencegah kejadian serupa terulang.

"Asosiasi PIDI-PIDGI memandang momentum ini sebagai ruang berharga untuk saling melengkapi perspektif dan memperkuat penyelenggaraan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia. Upaya ini bukan untuk mencari pihak yang dipersalahkan, melainkan untuk memastikan sistem yang semakin aman, responsif, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan peserta," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Karena itu, PIDI-PIDGI mengajak Kementerian Kesehatan bersama seluruh pemangku kepentingan duduk bersama membahas langkah konkret memperkuat sistem penyelenggaraan program internsip.

"Kami berkomitmen untuk membantu penguatan komunikasi antar seluruh pihak terlibat baik Kementerian Kesehatan RI, KIKI Provinsi, wahana, pendamping, maupun peserta internsip dalam penyelenggaraan program internsip. Untuk itu, kami mengajak Kementerian Kesehatan RI untuk duduk bersama membahas penguatan sistem tersebut demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh peserta," lanjut pernyataan itu.

Selain mendorong evaluasi sistem, PIDI-PIDGI mengingatkan seluruh pihak agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab meninggalnya kedua dokter tersebut. Asosiasi meminta masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi yang telah disampaikan pihak berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan fakta yang telah disampaikan secara resmi, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi, serta menghormati privasi dan martabat almarhum beserta keluarga yang ditinggalkan," tulis PIDI-PIDGI.

Menurut asosiasi, setiap peristiwa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks sehingga tidak tepat jika penyebabnya disimpulkan sebelum proses penyelidikan rampung.

Di sisi lain, PIDI-PIDGI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para peserta internsip dan mengawal penyelenggaraan program agar mengedepankan keselamatan, kesejahteraan, serta martabat setiap dokter muda. Asosiasi juga mengajak masyarakat ikut mengawal proses penguatan sistem internsip agar berjalan transparan dan menghasilkan perbaikan nyata.

Sebelumnya, dunia kedokteran Indonesia berduka setelah dua dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia meninggal dunia dalam rentang waktu berdekatan.

Dokter Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. lebih dulu meninggal dunia, disusul dr Siti Zahra Maghfira yang meninggal pada Senin (27/7/2026). Kepergian keduanya memicu perhatian luas dari kalangan tenaga kesehatan dan mendorong berbagai pihak menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program internsip dokter di Indonesia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut