Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wamendikti Stella bakal Petakan Tambahan Anggaran untuk Beasiswa LPDP
Advertisement . Scroll to see content

2 Modal Penting Bangun Pola Pikir Kritis ala Stella Christie, Generasi Muda Wajib Tahu!

Kamis, 27 November 2025 - 19:38:00 WIB
2 Modal Penting Bangun Pola Pikir Kritis ala Stella Christie, Generasi Muda Wajib Tahu!
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie di acara Rakyat Bersuara di Universitas Traumanegara Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Stella Christie turut hadir menjadi narasumber dalam program Rakyat Bersuara yang menjadi rangkaian iNews Campus Connect di Universitas Tarumanagara hari ini, Kamis (27/11/2025).

Saat ditemui usai acara, Stella Christie memberikan dorongan kuat kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi era digital. 

Menurutnya kesiapan itu bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi dari sisi kemampuan berpikir kritis dan evaluasi informasi. Stella menyampaikan, talenta digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, namun lebih kepada kualitas manusia yang menggunakan teknologi itu.

Wamendikti Saintek Stella Christie memberikan paparan ke generasi muda soal pentingnya berpikir kritis di acara Rakyat Bersuara di Universitas Tarumanegara. (Foto: Aldhi Chandra)
Wamendikti Saintek Stella Christie memberikan paparan ke generasi muda soal pentingnya berpikir kritis di acara Rakyat Bersuara di Universitas Tarumanegara. (Foto: Aldhi Chandra)

"Talenta digital itu bukan soal digitalnya, tapi talentanya, manusianya. Kalau manusianya tidak bisa mengevaluasi apakah informasi yang dikasih tahu digital itu bagus atau palsu, ini tidak akan berhasil," ujar Stella Christie. 

Menurut dia, mahasiswa saat ini memerlukan dua modal penting dalam membangun pola pikir kritis, yaitu rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman dan sumber. Dua hal tersebut yang bisa menjadi dasar untuk membangun pola pikir kritis yang sangat dibutuhkan saat ini. 

"Rasa ingin tahu dan keinginan mencari banyak pemikiran dari berbagai macam narasumber itu membantu mahasiswa untuk bisa berpikir kritis," ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa dan generasi muda pada umumnya perlu membiasakan diri memikirkan alternatif sebelum membuat keputusan. Menurutnya, banyak orang termasuk mahasiswa sering menggunakan insting dalam mengambil keputusan.

Padahal ada baiknya mempertimbangkan berbagai opsi terlebih dahulu. Dijelaskan bahwa membiasakan diri memikirkan berbagai alternatif akan memudahkan dalam menimbang mana pilihan terbaik.

Baik itu pilihan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Contohnya dalam menentukan mengambil magang, memilih jalur pendidikan, hingga keputusan karier atau kehidupan sehari-hari.

Wamendikti Saintek Stella Christie menjadi narasumber di Rakyat Bersuara di Universitas Tarumanegara Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)
Wamendikti Saintek Stella Christie menjadi narasumber di Rakyat Bersuara di Universitas Tarumanegara Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)

"Kalau kita biasa memikirkan alternatif, kita akan terbiasa membandingkan lebih baik mengambil pekerjaan A, B, atau C yang menguntungkan untuk diri sendiri dan sesama," ujar Stella Christie.

Jadi, kemampuan melihat alternatif ini penting bukan hanya dalam pendidikan, tetapi dalam kehidupan secara umum. Termasuk untuk menilai kebijakan, peluang riset, maupun karier di masa depan.

Dalam kesempatan itu ia juga berpesan bahwa hidup adalah rangkaian pilihan. Setiap pilihan itu juga harus dipertimbangkan dengan bijak.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut