2 Prajurit Terluka dalam Kontak Tembak TNI-OPM di Mimika Masih Dirawat, Pengamanan Diperketat
MIMIKA, iNews.id - Dua prajurit Satgas Yonif 133 yang terluka dalam kontak tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih menjalani penanganan medis. Sementara itu, aparat gabungan TNI-Polri memperketat pengamanan di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kontak tembak terjadi antara personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133 dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya, Senin (17/8/2026).
Dalam insiden tersebut, tiga prajurit menjadi korban. Satu prajurit gugur, sedangkan dua lainnya mengalami luka.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya kontak tembak tersebut.
“Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya. Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka," ujarnya, Senin (17/8/2026).
Dia menyebut penanganan terhadap dua prajurit yang terluka masih dilakukan.
"Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan,” katanya.
Setelah kontak tembak, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah Jila. Langkah pengamanan dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali. Aparat juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan susulan.
TNI dan Polri terus melakukan pengamanan di wilayah Jila. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Hingga kini, aparat masih mendalami insiden kontak tembak yang menyebabkan tiga prajurit menjadi korban tersebut.
Editor: Donald Karouw