2 Prajurit TNI AL Dapat Penghargaan dari MPR, Gunakan THR Bantu Nelayan Terdampak Covid-19

Felldy Utama ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 21:14 WIB
2 Prajurit TNI AL Dapat Penghargaan dari MPR, Gunakan THR Bantu Nelayan Terdampak Covid-19

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendampingi dua prajurit TNI AL menerima penghargaan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo karena membantu nelayan terdampak covid-19 di Larantuka NTT. (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua MPR, Bambang Soesatyo memberi penghargaan kepada dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang membantu masyarakat terdampak covid-19 dengan pemberian sembako. Kedua prajurit tersebut yaitu Serka MES Mohammad Sangidun dan Kopda BAH Damianus Luka Hera.

Panglima TNI menjelaskan keduanya secara sukarela dan cepat menyalurkan bantuan sembako bagi nelayan di pesisir Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur yang kegiatan ekonominya terdampak covid-19. Sembako yang disalurkan berasal dari tunjangan hari raya (THR) yang diterima keduanya.

"Keduanya menjadi contoh bagi prajurit lain dalam mengamalkan Sapta Marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI. Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya sudah menjadi darah daging. Melihat pandemi covid-19 memukul masyarakat dan membuat kehidupan rakyat menjadi sulit, keduanya tergerak untuk membantu," kata Hadi saat memberikan penghargaan bersama Ketua MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Hadi juga menyampaikan sejumlah sumbangsih beberapa anggota TNI menyelesaikan masalah di masyarakat di tengah pandemi covid-19. Antara lain Babinsa Kodim 0906/Tenggarong, Serda Nurdin dan Serda Giono yang membuat boks sterilisasi uang.

Lalu ada Koptu Ishak Nur, Babinsa di Gorontalo yang bertanggung jawab atas 10 desa, berinisiatif menggunakan rapelan tunjangan selama tiga bulan untuk menyediakan takjil dan dibagikan ke lima desa terpencil di wilayahnya selama ramadan/ Setiap hari Koptu ishak membagikan 100 takjil dengan berkeliling menggunakan motornya yang telah dimodifikasi.

"Kemudian di Yogyakarta, Kapten Cpl Muhammad Dulhadi dari Denpal Kodam IV Diponegoro menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya," ujar Hadi.

Editor : Rizal Bomantama