Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gerindra Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: 42 Menteri dan Wamen Tak Kerja sesuai KPI
Advertisement . Scroll to see content

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Deretan Alutsista Baru Perkuat Pertahanan RI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:39:00 WIB
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Deretan Alutsista Baru Perkuat Pertahanan RI
Alutsista TNI diperkuat untuk meningkatkan kemampuan pertahanan sekaligus mendukung misi kemanusiaan. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ditandai dengan upaya memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan sekaligus mendukung misi kemanusiaan.

Penguatan alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif terhadap tantangan geografis Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, Indonesia membutuhkan kemampuan pertahanan di darat, laut, dan udara.

Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi bencana dan berbagai kesulitan.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Prabowo menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas TNI dalam menjalankan tugas. Menurutnya, peran TNI tidak terbatas pada pengamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan nasional.

“Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut

Penguatan alutsista TNI Angkatan Laut (AL) antara lain dilakukan melalui kehadiran dua fregat buatan Italia, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kedua kapal produksi Fincantieri tersebut diserahkan secara bertahap dan kini memperkuat Koarmada II di Surabaya untuk mendukung pengamanan wilayah laut Indonesia.

Selain fregat, TNI AL juga menerima kapal cepat rudal (KCR) bernama KRI Belati. Kapal perang multifungsi yang diproduksi di dalam negeri ini dapat digunakan untuk misi patroli maupun operasi tempur laut.

Penguatan armada juga mencakup KRI Sriwijaya-100, kapal eks Angkatan Laut Italia yang disebut diperoleh melalui hibah dan secara resmi diterima pada 24 September 2026.

Kapal sepanjang 180,2 meter tersebut memiliki dek penerbangan yang dapat menampung sejumlah helikopter dan pesawat nirawak. Kapal ini juga disebut mampu mencapai kecepatan sekitar 30 knot.

Kehadiran berbagai kapal tersebut diharapkan memperluas kemampuan operasional TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia, termasuk mendukung pelaksanaan tugas di wilayah kepulauan.

Pesawat Angkut A400M dan Jet Tempur Rafale Perkuat Udara

Di matra udara, TNI Angkatan Udara (AU) menerima dua pesawat angkut Airbus A400M Atlas dalam dua tahap, yakni pada November 2025 dan Maret 2026.

Pesawat ini mampu mengangkut hingga 116 personel bersenjata lengkap, berbagai kendaraan, serta perlengkapan militer berukuran besar. Kemampuannya juga dapat dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan dan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana.

A400M disebut telah dikerahkan untuk mendukung pengiriman logistik bagi korban gempa di Sumatra dan Aceh.

Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai tiba di Indonesia pada 2026. Dari total 42 unit yang dipesan, enam pesawat dilaporkan telah berada di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Rafale memiliki kecepatan maksimum Mach 1,8 dan mampu membawa persenjataan hingga 9.500 kilogram. Pesawat tempur multirole ini diharapkan menambah kemampuan TNI AU dalam melaksanakan berbagai misi pertahanan udara.

Indonesia juga menerima empat unit Dassault Falcon 8X. Pesawat berkapasitas 13–16 penumpang tersebut memiliki jangkauan terbang hingga 11.945 kilometer untuk menunjang kebutuhan mobilitas udara jarak jauh.

Adapun untuk mendukung kebutuhan angkut taktis dan transportasi pejabat, didatangkan delapan unit helikopter H225M Caracal serta dua unit helikopter H225T VVIP.

Helikopter Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Operasi Darat

Penguatan kemampuan operasional juga dilakukan di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD). Dua helikopter Mi-35M buatan Rusia diterima pada pertengahan 2026 dan mulai beroperasi di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, pada awal September.

Selain memiliki kemampuan tempur, helikopter tersebut direncanakan mendukung pengiriman logistik ke wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis. Kemampuan ini dapat membantu menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat pada September 2026. Kendaraan tersebut mampu membawa hingga 24 personel dan bergerak di darat maupun air.

AAV-M35 ditenagai mesin berkekuatan 525 horsepower. Kendaraan ini dapat melaju hingga 75 kilometer per jam di darat dan 15 kilometer per jam di air.

Untuk mendukung operasi tempur, kendaraan tersebut juga dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 milimeter serta pelontar granat otomatis kaliber 40 milimeter.

Ragam pengadaan alutsista tersebut mencakup kebutuhan pertahanan di berbagai matra, mulai dari pengamanan laut, penguatan kekuatan udara, hingga dukungan operasi darat dan amfibi.

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo, penguatan alutsista diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan efektivitas TNI. Selain menjaga kedaulatan negara, kemampuan militer tersebut juga ditujukan untuk mendukung penanganan bencana, penyaluran bantuan, serta pelaksanaan pembangunan nasional.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut