Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rosan Lapor Prabowo, Realisasi Investasi RI Tembus Rp1.539 Triliun dan Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja
Advertisement . Scroll to see content

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Realisasi Investasi RI Tembus Rp3.923 Triliun 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:07:00 WIB
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Realisasi Investasi RI Tembus Rp3.923 Triliun 
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penanaman modal tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja, dengan kontribusi investasi di luar Jawa lebih besar dibandingkan Jawa.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjelaskan, angka tersebut dihitung sejak kuartal IV 2024, sepanjang 2025, hingga kuartal III 2026. Dengan demikian, perhitungan realisasi investasi itu tidak dimulai sejak awal 2024.

"Total investasi yang masuk mencapai Rp3.923,2 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Kontribusi investasi di Jawa mencapai 48,2 persen atau Rp1.892,2 triliun, sedangkan luar Jawa mencapai 51,8 persen atau Rp2.031 triliun," kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sedikit mendominasi dengan nilai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Rosan menambahkan, Presiden Prabowo menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029. Target tersebut ditujukan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

"Adapun total target investasi yang diberikan Bapak Presiden untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 mencapai Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029," kata dia.

Rosan juga melaporkan realisasi investasi sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target investasi tahun ini. Capaian tersebut diikuti penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang.

"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target. Total penyerapan tenaga kerja mencapai 2.194.496 orang," ungkap Rosan.

Dari total investasi selama sembilan bulan pertama 2026, PMA tercatat sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Adapun PMDN mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

Untuk investasi asing, kontribusi terbesar berasal dari industri logam dasar serta barang logam yang bukan mesin dan peralatannya, dengan nilai Rp216,6 triliun atau 31,7 persen. Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar investasi dalam negeri, mencapai Rp117,8 triliun atau 15,5 persen.

Berdasarkan negara asal investasi, Singapura menempati posisi pertama dengan nilai 14 miliar dolar AS atau 29,6 persen. Hong Kong menyusul dengan 12,8 miliar dolar AS atau 27,2 persen, kemudian China sebesar 5 miliar dolar AS atau 10,5 persen.

Berikutnya, Amerika Serikat mencatat investasi sebesar 3,4 miliar dolar AS atau 7,1 persen, sedangkan Jepang mencapai 2,6 miliar dolar AS atau 5,6 persen.

"Jika Hong Kong dan Tiongkok digabungkan, nilai investasinya mencapai 17,8 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan Singapura yang mencapai 14 miliar dolar AS," kata Rosan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut