Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Ngopi Kekinian Picu Risiko Diabetes? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

20,4 Juta Orang Indonesia Sakit Diabetes, Terbanyak Nomor 5 di Dunia!

Jumat, 17 April 2026 - 17:47:00 WIB
20,4 Juta Orang Indonesia Sakit Diabetes, Terbanyak Nomor 5 di Dunia!
Ilustrasi pasien diabetes yang terus bertambah di Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan data mengejutkan terkait prevalensi kasus diabetes di Indonesia. Angka penderita diabetes di negara ini mencapai 20,4 juta orang. 

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak, sekaligus menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional.

Lonjakan kasus ini juga tercermin dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah mencapai 11,7 persen pada penduduk usia di atas 15 tahun. Bahkan, diperkirakan total penderita bisa menyentuh 30 juta orang, namun baru sekitar 10–15 juta yang terdiagnosis.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa diabetes bukan sekadar penyakit biasa karena berpotensi memicu berbagai komplikasi serius.

"Diabetes menjadi penyebab penyakit lainnya seperti hipertensi, bahkan bila tidak diobati dengan baik akan berakibat menjadi penyakit ginjal, serangan jantung, katarak dan penyakit lainnya," ujar Nadia dalam acara media discussion bertajuk 'Kalbe Dukung Kolaborasi Strategis Penanganan Diabetes di Indonesia' di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). 

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat lonjakan kasus diabetes di Indonesia. Mengacu pada data BPJS, terjadi peningkatan kasus diabetes sebesar 40 persen dan peningkatan biaya gagal ginjal sebesar 476 persen.

Menurutnya, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci dalam mengendalikan penyakit ini. "Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari faktor risikonya, deteksi dini dan pengobatan," tambah Nadia.

Lebih lanjut, Nadia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah komplikasi yang lebih serius.

"Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pengendalian diabetes. Maka masyarakat perlu lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," tambahnya.

Diskusi kesehatan terkait dengan diabetes. (Foto: Muhammad Sukardi)
Diskusi kesehatan terkait dengan diabetes. (Foto: Muhammad Sukardi)

Diabetes Bukan Lagi Penyakit Orang Tua

Masalah diabetes di Indonesia kini juga tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang, membuat penyakit ini mulai menyerang usia produktif bahkan anak-anak.

Ketua Umum Pengurus Besar PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM, menegaskan pentingnya pengelolaan jangka panjang dalam menangani diabetes.

Prof Yunir menjelaskan, diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi juga berkaitan dengan risiko komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan perubahan gaya hidup sebagai bagian dari terapi.

"Pasien perlu memahami pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Dengan pengelolaan yang baik, pasien dapat tetap produktif," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie, menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengendalian diabetes di Indonesia.

"Penanganan diabetes tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat," kata Mulialie.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut