2.300 Isu Hoaks Covid-19 Tersebar di Medsos selama Pandemi, Edukasi Anti-Hoaks Harus Masif
JAKARTA, iNews.id - Lebih dari 2.300 isu hoaks Covid-19 atau infodemik tersebar di media sosial selama pandemi dari Januari 2020 hingga Juni 2023. Hoaks pun menimbulkan masalah dalam penanggulangan Covid-19 seperti keengganan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, persepsi bahwa pandemi hanya konspirasi dan keraguan terhadap vaksinasi.
ICT Watch menilai infodemik juga memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan dan melemahkan upaya penanganan kesehatan masyarakat. Mereka menyatakan edukasi anti-hoaks mesti terus digalakkan, apalagi perilaku sehat belum terbangun kuat.
“Edukasi literasi digital harus dilakukan dengan masif, menggunakan komunikasi efektif, praktis dan menyenangkan sehingga dapat diterapkan di berbagai kondisi dan kesempatan yang ada di masyarakat," ujar Indriyatno Banyumurti, Direktur Eksekutif ICT Watch, dikutip Rabu (27/6/2023).
ICT Watch juga bekerja bersama MAFINDO melakukan pelatihan edukasi literasi digital di 10 kota. Pelatihan dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) melibatkan kader dan tenaga kesehatan, guru, siswa, pegiat sosial, penyuluh agama, pegiat digital dan elemen masyarakat lainnya di Surabaya, Mataram, Kupang, Semarang, Banda Aceh, Makassar, Ambon, Jayapura, Yogyakarta dan Jakarta.
Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Puan: Masyarakat Bisa Rayakan Idul Adha dengan Lebih Tenang
Upaya penanganan hoaks yang dilakukan oleh ICT Watch dan MAFINDO yang didukung UNICEF Indonesia ini juga dilakukan bersama Pokja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat dan Pokja Penanganan Hoaks Nasional, HoaxBuster Group Indonesia.
“Kolaborasi penanganan hoaks di Indonesia sangat penting. Besar harapan kami agar, pelatihan literasi digital penanganan hoaks, dashboard manajemen infodemik, aplikasi dan kelompok kerja penanganan hoaks yang telah dibentuk dan dikembangkan dapat bermanfaat untuk masyarakat," kata Harry Sufehmi, pendiri MAFINDO.
Rizky Ika Syafitri, Koordinator Pokja RCCE (Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat) mengatakan maraknya peredaran hoaks di Indonesia sangat berpengaruh pada perilaku pencegahan penularan Covid-19 termasuk vaksinasi. Hoaks juga memicu keraguan masyarakat terhadap layanan kesehatan esensial lainnya seperti imunisasi rutin untuk anak.
Editor: Reza Fajri