246.000 Debitur Terdampak Bencana Sumatra Dapat Restrukturisasi Kredit dari OJK
JAKARTA, iNews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan ini dilakukan melalui restrukturisasi kredit.
Menurut Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki) kebijakan ini menyasar 246.000 rekening debitur yang mengalami kesulitan pembayaran akibat bencana tersebut dengan total nilai Rp12,6 triliun.
“Terkait pemberian perlakuan khusus atas kredit pembiayaan kepada debitur yang terkena dampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, telah diberikan restrukturisasi kredit menggunakan kebijakan OJK tersebut sebesar Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening,” papar Kiki dalam konferensi pers RDKB OJK, Selasa (3/3/2026).
Di sisi lain, OJK bersama kementerian terkait tengah mematangkan langkah reformasi struktural di pasar modal Indonesia. Salah satu poin utamanya adalah pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal yang akan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).
MNC Life Gandeng BPD Papua, Perluas Akses Perlindungan Kredit
Kiki menjelaskan bahwa langkah ini merupakan inisiatif kolaboratif bersama Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Self-Regulatory Organization (SRO).
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand
“Perumusan kebutuhan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal juga sedang diperkuat melalui Surat Keputusan Bersama untuk mengoptimalkan hubungan dalam aspek kebijakan, penyesuaian regulasi, penguatan pengawasan, pendalaman pasar, koordinasi serta sinergi lintas lembaga,” jelas Kiki.
OJK juga tengah menindaklanjuti diskusi dengan Global Index Provider untuk meningkatkan posisi pasar modal Indonesia di kancah internasional. Kiki berkomitmen agar seluruh kebijakan reformasi ini disampaikan kepada publik secara transparan dan berkala.
Editor: Puti Aini Yasmin