JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan sedikitnya 28 juta dari 287 juta orang Indonesia memiliki masalah kejiwaan. Informasi ini langsung menggegerkan media sosial.
Angka 28 juta diketahui merujuk pada rasio gangguan kejiwaan global yang disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Lantas, apa saja penyakit mental yang banyak diidap orang Indonesia?
Israel Hancurkan Gedung UNRWA di Yerusalem Timur yang Diduduki
"WHO bilang, masalah kejiwaan itu 1 dari 8 sampai 1 dari 10 penduduk. Jadi, kalau Indonesia 280 juta, ya, minimal 28 juta tuh punya masalah kejiwaan," ungkap Menkes di Gedung Parlemen RI, belum lama ini.
"Masalah kejiwaannya, bisa depresi, anxiety disorder, atau yang lebih berat ada skizofrenia, ada ADHD, ada penyakit-penyakit jiwa tuh ada banyak juga," tambah Menkes.
Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Bandar Lampung, Polisi Dalam Kejiwaan Pelaku
Di momen yang sama, Menkes Budi menerangkan data bahwa hasil dari skrining kesehatan jiwa melalui program CKG (cek kesehatan gratis) masih menunjukkan angka yang relatif rendah.
Dia menilai, temuan tersebut baru menggambarkan sebagian kecil dari kondisi sebenarnya di masyarakat.
Nah! 2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kejiwaan sejak Perang Gaza, Sebagian Tentara
"Nah, kami screen hasilnya seperti ini, ya. Dari yang kami screen masih rendah sekali. Jadi, masih rendah sekali, angkanya masih di sekitar 5, di bawah 1 persen untuk dewasa dan anak-anak 5 persen. Ya, tapi dengan skrining ini kami sudah tahu," kata Menkes Budi.
Sebagai informasi, berdasarkan data hasil pemeriksaan CKG Kemenkes per 1 Januari 2026, sekitar 27 juta lebih penduduk Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa. Hasilnya?
Update Pembunuhan Balita oleh Paman di Bangkalan, Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku
Gejala depresi dan kecemasan pada kelompok anak sekolah dan remaja jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.
Pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, sebanyak 4,8 persen atau 363.326 orang terdeteksi mengalami gejala depresi. Sementara itu, 4,4 persen atau 338.316 orang menunjukkan gejala kecemasan.
Adapun pada kelompok dewasa dan lansia, gejala depresi tercatat sebesar 0,9 persen atau 174.579 orang, sedangkan gejala kecemasan sebesar 0,8 persen atau 153.903 orang.
Kemenkes pun kini diketahui telah menyusun tata laksana pelayanan kesehatan jiwa, baik untuk pasien yang membutuhkan pengobatan maupun layanan psikologis.
Editor: Muhammad Sukardi
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku