3 Faktor Ini Dinilai Pemicu Kecelakaan di Tol Cipularang

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 03 September 2019 - 11:43 WIB
3 Faktor Ini Dinilai Pemicu Kecelakaan di Tol Cipularang

Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Kecelakaan yang sering terjadi di ruas Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat disebabkan oleh beberapa faktor secara ilmiah. Mulai dari pengetahuan pengemudi, kondisi mobil dan konstruksi jalan.

Pengamat Transportasi Agus Pambagio mengatakan, kondisi jalan Tol Cipularang dibangun tidak sesuai dengan standar. Pembangunan dilakukan secara terburu-buru.

"Konstruksi Jalan Cipularang itu banyak yang tidak sesuai dengan spek untuk keselamatan. Jadi jalan kemiringannya walaupun jasa marga sudah memperbaiki tetap saja, soalnya ada kemiringannya, kondisi aspal, turunan," ujar Agus dalam perbincangan dengan iNews.id melalui telepon, Selasa (3/9/2019).

BACA JUGA:

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Diduga karena Truk Terguling

Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang, Ini Rekayasa Lalu Lintas dari KM 90 - 93

Dia menambahkan, faktor lain yang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan di Tol Cipularang karena kondisi mobil yang kurang memadai. Misalnya, bermuatan melebihi kapasitas.

"Apalagi kemarin kendaraan membawa tanah. Truk bawa tanah itu kan ada beratnya, ini remnya blong itu kan tidak ada inspeksi yang namanya KIR tidak ada gunanya di sini cuma stempel aja," ucapnya.

Selain itu, pengemudi yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak sesuai prosedur akan mengabaikan kondisi kesehatan. Menurutnya, stamina mengemudi di jalan tol berbeda dengan di jalan biasa ketika berkendara di tol yang setiap tiga jam seharusnya istirahat.

"Kalo mobil-mobil yang beredar selain di Indonesia itu ada alarm, anda sudah mengemudi sekian jam. Kondisi kesehatan juga, karena dapat SIM-nya beli,"ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi