3 Misteri Gunung Everest yang Tidak Terpecahkan, Salah Satunya Ada Banyak Pendaki Tewas
JAKARTA, iNews.id - Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia yang mana ketinggiannya mencapai 8.848,86 meter. Di balik itu semua, ada misteri Gunung Everest yang menarik untuk diketahui. Apa saja?
Gunung Everest terletak di Nepal dan Tibet dan dijadikan sebagai titik tertinggi di bumi. Selain menjadi gunung dengan puncak tertinggi, Gunung Everest juga terkenal dengan misterinya. Misteri-misteri ini dialami oleh para pendaki Everest.
Bahkan, beberapa misteri belum terpecahkan sampai detik ini. Berikut ini 3 misteri Gunung Everest yang tidak terpecahkan. Apa saja?
Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay disebut sebagai orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1953. Namun, hal tersebut dipandang skeptis oleh banyak orang. Pasalnya, pada 1924, George Mallory dan Sandy Irvine melakukan pendakian di Gunung Everest.
Melalui teleskop, mereka terlihat hanya 200-300 meter di bawah puncak. Sayangnya, mereka tidak pernah kembali. Pada tahun 1999, ekspedisi Conrad Anker berhasil menemukan tubuh Mallory, tetapi tidak ada petunjuk yang diperoleh.
Kamera yang dibawa oleh Mallory pun tidak ditemukan, sehingga tidak ada bukti apakah ia dan Irvine sukses mencapai puncak. Satu-satunya yang bisa menjadi penguat adalah tidak adanya foto Ruth, istri Mallory, yang disimpan Mallory di saku bagian dalamnya selama pendakian.
Konon, Mallory mengatakan kepada Ruth bahwa jika ia dan rombongannya mencapai puncak, foto istrinya itu akan ia letakkan di sana. Bahkan, di antara Sir Edmund Hillary dengan sherpa-nya, Tenzing Norgay, tidak diketahui dengan pasti siapakah yang pertama menjejakkan kakinya di puncak Gunung Everest.
Semula, Hillary disebut orang yang pertama sampai di puncak. Namun, kemudian, anak Norgay mengatakan bahwa ayahnya lah yang lebih dulu tiba di puncak.
Misteri Gunung Everest selanjutnya adalah banyaknya mayat beku yang tidak dibawa turun dan dibiarkan berada di atas sana. Ada salah satu mayat yang terkenal yang disebut Sleeping Beauty. Ia adalah Francys Arsentiev, perempuan asal Hawaii yang mendaki Everest bersama suaminya tanpa oksigen tambahan dan akhirnya pingsan lalu meninggal.
Tak hanya mayat Sleeping Beauty, banyak mayat beku ditemukan dan tersebar di Gunung Everest. Hal ini juga yang menyebabkan Everest memiliki aura mistis yang kuat. Bahkan, tidak sedikit pendaki yang melihat hantu di Gunung Everest.
Selain itu, dua pendaki pada 1975 mengaku seusai mencapai puncak Gunung Everest terpaksa bermalam di Death Zone. Dalam keadaan kritis, menjelang kehabisan oksigen, tanpa makanan dan pemanas, mereka merasakan kehadiran “orang ketiga” yang memberi nasihat agar keduanya tetap hangat dan bertahan hidup. Para pendaki lainnya juga mengatakan pernah mengalami hal yang sama, ada “orang ketiga” yang hadir dan membantu mereka.
Bukan menjadi hal yang baru jika muncul berita pendaki Everest hilang secara misterius, karena hal ini bukanlah kejadian yang terjadi sekali. Banyak pendaki yang menghilang tanpa jejak dan tidak pernah ditemukan lagi.
Hal ini menjadi perdebatan oleh para ilmuwan mengenai tingginya angka kematian di Gunung Everest. Mereka menduga bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat kematian di Everest bukan lagi perihal daya tahan tubuh dan suhu ketinggian.
Beberapa di antara mereka mencurigai bahwa ada unsur supranatural yang mempengaruhi tingginya angka kematian di Gunung Everest. Diketahui, Gunung Everest telah merenggut setidaknya 300 nyawa pendaki.
Jadi, bagaimana menurutmu dengan misteri Gunung Everest di atas? Tertarik mendakinya?
Editor: Puti Aini Yasmin