Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Cuma Jakarta, Asap Karhutla juga Terdeteksi Masuk Banten hingga Jabar
Advertisement . Scroll to see content

4 Petugas Tewas saat Padamkan Karhutla di Bromo Jatim, Ini Kronologinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:53:00 WIB
4 Petugas Tewas saat Padamkan Karhutla di Bromo Jatim, Ini Kronologinya
Ilustrasi 4 petugas pemadam karhutla di Bromo, Jawa Timur tewas. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Empat petugas meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar berat dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan, kebakaran bermula pada Selasa (13/10/2026). Sekitar pukul 14.23 WIB, petugas menerima laporan dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo, mengenai kebakaran ladang milik warga di sekitar Blok Pusung Dawa. Lokasi tersebut berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83, wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas TNBTS menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel dalam upaya. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut melakukan pemadaman pada hari tersebut. Mengingat lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok,” tulis Kemenhut.

Api kemudian merambat masuk ke kawasan TNBTS hingga mencapai medan terjal yang sulit dijangkau. Upaya pemadaman akhirnya berhasil pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.45 WIB. Petugas melanjutkan pemantauan hingga malam hari dan memastikan tidak ada lagi api maupun asap.

Namun, pada Kamis (15/10/2026) pukul 09.20 WIB, petugas di Posko Karhut Cemoro Lawang kembali melihat kepulan asap tebal di lokasi kebakaran sebelumnya. Empat petugas jaga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Karena kobaran api cukup besar, petugas meminta tambahan personel. Bantuan kemudian dikerahkan, termasuk petugas dari pemegang Perizinan Berusaha Sarana Wisata Alam (PSWA) PT Mitra Indo Permai (MIP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka bertugas menyekat api agar tidak meluas ke kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo.

“Tim kemudian dibagi 2 regu di sebelah kiri dan kanan api untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba angin kondisi kebakaran disertai angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena lokasinya berlawanan dengan arah api,” jelas Kemenhut.

Setelah kobaran api mereda, petugas melakukan pencarian terhadap personel yang terjebak. Sekitar pukul 13.30 WIB, tiga orang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka adalah Sukaris, PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I, BB TNBTS Kemenhut; Wisnu Yuda Pratama, staf PT Mitra Indo Permai; serta Sefriel Ardiansyah, staf PT Mitra Indo Permai.

Satu petugas lainnya mengalami luka parah dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk menjalani perawatan intensif.

“Namun demikian setelah dirawat sekitar 3 jam, yang bersangkutan atas nama Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni TNBTS Kementerian Kehutanan dinyatakan meninggal dunia,” tulis keterangan tersebut.

Keempat korban meninggal dunia dievakuasi bersama pihak Polres Probolinggo ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk menjalani proses visum.

Sementara itu, dua korban lain mengalami luka bakar berat. Mereka adalah Munawi dari Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Suraji, petugas DW Security PT Mitra Indo Permai. Keduanya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kemenhut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas pengabdian mereka dalam upaya melindungi kawasan hutan dari kebakaran.

“Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Kehutanan, para petugas pemadaman, relawan, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” tulisnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut