Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketua DPW Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani Dorong Transformasi: Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional!
Advertisement . Scroll to see content

493.000 Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Partai Perindo Tawarkan 3 Solusi

Senin, 18 September 2023 - 09:42:00 WIB
493.000 Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Partai Perindo Tawarkan 3 Solusi
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan HAM, Tama S Langkun, menawarkan tiga solusi terkait 493.000 penerima bansos yang tidak tepat sasaran. (Foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan HAM, Tama S Langkun, angkat bicara mengenai hasil monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengungkapkan pemberian bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Dari 493.000 penerima bansos yang tidak tepat sasaran, 23.800 di antaranya bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Hasil monitoring KPK memberikan kita informasi yang sangat penting. Sebanyak 493.000 penerima bansos yang tidak tepat sasaran, harus segera direspons," kata Tama, Minggu (17/9/2023).

Untuk itu, Tama -yang juga merupakan Bacaleg DPR dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat V Kabupaten Bogor itu- mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Pertama, Tama meminta agar dilakukan audit internal dan perbaikan database penerima. Selain itu, pengelolaan data bersama dengan pihak BPJS harus ditinjau ulang. 

"Estimasi KPK ada Rp140 miliar per bulan yang ditujukan kepada ASN itu keliru. Data penerima harus diperbaiki segera," ujarnya.

Kedua, perlu adanya penjatuhan sanksi apabila ada kesengajaan dalam kekeliruan pemberian bantuan. Pasalnya, anggaran Rp523 miliar per bulan untuk bansos bukan jumlah yang sedikit.

Menurutnya, jika ada kesengajaan untuk mengarahkan kepada kelompok atau pihak tertentu, bisa dianggap sebagai pihak yang diuntungkan. 

"Anggap hasil monitoring KPK ini warning. Hati-hati, bisa dianggap korupsi, karena negara bisa dirugikan akibat harus mengeluarkan anggaran yang tidak tepat sasaran," katanya.

Ketiga, Tama mendorong adanya penguatan fungsi pengawasan internal. 

"Ke depan, Kementerian Sosial harus bekerja sama dengan KPK untuk merancang sistem pengawasan yang lebih baik agar hal seperti ini tidak terus berulang," tuturnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut