5 Berita Terpopuler: Instruksi Kapolri tentang Minyak Goreng hingga Pegiat Exalos Meninggal Digigit Ular Putih Papua
JAKARTA, iNews.id – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran memastikan ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Hal tersebut disampaikan ketika video conference bersama Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi pada Senin (14/3/2022).
Berita terpopuler lainnya adalah pegiat Exalos meninggal digigit ular putih Papua.
Berikut rangkuman berita terpopuler pada Selasa (15/3/2022):
1. Instruksi Tegas Kapolri ke Seluruh Kapolda: Mulai Hari Ini Minyak Goreng Harus Ada
Pegiat Exalos Meninggal Digigit Ular Putih Papua, Dokter Ahli : Tidak Ada Antiracunnya di Dunia
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran memastikan ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Hal tersebut disampaikan ketika video conference bersama Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi pada Senin (14/3/2022).
Menurut Sigit, berdasarkan data yang diperoleh dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bahwa persediaan kebutuhan minyak goreng untuk dalam negeri masih dalam keadaan aman. Guna memastikan terjaminnya ketersediaan minyak goreng dalam negeri, ia meminta kepada seluruh Kapolda dan Kapolres jajaran untuk mencegah terjadinya potensi-potensi pelanggaran yang dilakukan oleh para pihak. Lalu, Sigit juga mengingatkan adanya celah pelanggaran terkait dengan disparitas harga dalam penjualan di pasar internasional.
Selain itu, Sigit juga menyebut terdapat indikasi pelanggaran aliran minyak sawit mentah atau CPO yang seharusnya disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga, namun justru digeser ke pasar industri. Hal ini lantaran adanya selisih harga yang cukup tinggi. Para Kasatwil harus melakukan pengawasan ketat kepada pihak produsen dan distributor untuk memastikan melakukan penyaluran sesuai dengan tujuannya. Kapolda beserta jajaran juga harus melakukan pengawasan ketat di pelabuhan, jalur-jalur perbatasan, hingga jalur darat untuk mencegah adanya pelanggaran dari produsen yang mencoba bermain-main untuk melakukan ekspor CPO dan turunannya secara diam-diam.
2. Kapolres Lubuklinggau Ngantor Naik Motor Butut
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi layak menjadi contoh. Mempunyai pangkat serta jabatan, perwira kelahiran Surabaya ini hidup sederhana menggunakan motor jadul untuk ke kantor. Tak hanya digunakan ketika ke kantor, sepeda motor bututnya Honda C70 ini juga sering digunakan keliling Kota Lubuklinggau untuk memantau situasi.
Menurut Harissandi, apa yang dilakukannya bukan karena pencitraan atau motif lain. Naik motor tua ke kantor karena memang ingin tampil apa adanya dan dapat menikmati suasana pagi di Kota Lubuklinggau. Banyak hal yang diperoleh dari kehidupan sederhana yang dilakukannya dengan menggunakan naik motor tua yaitu ingin mengajarkan kepada masyarakat biarpun pakai motor tua, tapi tetap harus tertib dalam berlalu lintas. Mulai dari memakai helm, kelengkapan motor semua ada dan terutama tidak menggunakan knalpot brong yang bikin bising dan polusi udara. AKBP Harissandi mempunyai motto hidup sederhana dan bahagia tidak selalu mahal. Terlebih lagi kenapa harus menggunakan motor jadul karena yang jadul nilainya tak terhingga. Menurut Harisandi, hidup tak perlu yang ada disombongkan.
Sebelum menjadi Kapolres Lubuklinggau, lulusan Akpol 2000 ini menjabat sebagai Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan.
3. Pengendara Moge Harley Davidson Aniaya dan Ancam Warga Bandung
Seorang pengendara motor gede (moge) Harley Davidson diduga bersikap arogan, melakukan penganiayaan, dan pengancaman terhadap seorang warga Bandung. Terkait kasus ini, Polsek Cidadap tengah melakukan penyelidikan dan telah mengantongi identitas pelaku. Peristiwa yang menimpa korban Salman Faizal (25) ini terjadi di pertigaan depan Pizza Hut, Jalan Setiabudhi, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Minggu (13/3/2022). Korban telah melaporkan kasus ini dengan laporan polisi, Nomor STPL: LP/B/113/III/2022/JBR/RESTABES BDG/SEKTOR CIDADAP.
Korban menuturkan kepada Petugas Polsek Cisadap kronologi kejadian tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di wajah, bibir, serta paha terasa linu. Usai melakukan penganiayaan serta pengancaman, pengendara moge tersebut pergi.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Cidadap tengah melakukan penyelidikan penganiayaan yang menimpa korban Salman. Sementara, kasus penganiayaan yang diduga dilakukan pengendara moge Harley ini viral di media sosial usai korban mengunggah peristiwa yang dialaminya ke akun Instagram @bandungers.
4. Perempuan yang Dibakar Oknum Polisi Sebut Pelaku Manusia Kejam
Perempuan berinisial DN (25) yang dibakar oknum polisi sudah siuman. Perempuan ini juga sudah mampu berbicara dan menceritakan peristiwa yang dialaminya. Menurut korban, sebelum pelaku datang dan membakar dirinya, pelaku mendatangi salon milik kakaknya. Di tempat itu, pelaku menyiramkan bensin dan mengancam akan membakar salon kakaknya. Ketika itu korban berada di Prabumulih dan akan pulang ke Muara Enim keesokan harinya. Namun pelaku tidak percaya. Usai bertemu dan membakar korban, pelaku langsung mengambil handphonenya yang berisi chat ancaman.
Dengan menahan rasa sakit, korban meminta pertolongan agar diantar ke rumah sakit. Karena tidak ada yang mengantar, pelaku yang masih berada di lokasi meminta korban untuk naik ke motornya. Namun bukannya diantar ke rumah sakit atau puskesmas, korban ditinggalkan pinggir jalan utama. Pelaku sempat menyetop kendaraan yang melintas, namun tidak ada yang bersedia berhenti karena takut disalahkan. Selain membakar dan meninggalkan korban dipinggir jalan, pelaku yang merupakan oknum polisi di Polres Lahat diduga mengambil handphone korban.
Akibat peristiwa ini, korban menderita luka bakar parah di sekujur tubuhnya. Pelaku juga menderita luka bakar di kedua tangan dan sedikit bagian muka. Pelaku dirawat di Sal Bedah Ruang Enim 1 RSUD Muara Enim. Sedangkan Korban dirawat di ruang ICU RSUD Muara Enim secara intensif karena menderita luka bakar sekitar 80 persen.
5. Pegiat Exalos Meninggal Digigit Ular Putih Papua
Ular putih Papua atau Micropechis Ikaheka belum ada antiracunnya di dunia. Sehingga aktivitas mencari ular tersebut tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Hal itu disampaikan oleh dokter ahli gigitan ular berbisa Dr dr Tri Maharani terkait peristiwa meninggalnya Anaas Muhtazul'ulum anggota Exalos Indonesia akibat digigit ular Micropechis Ikaheka di Misool Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Sabtu (12/3/2022).
Ia mengungkapkan bahwa 30 menit setelah digigit ular berbisa tersebut, Anaas sempat menghubunginya untuk meminta pertolongan. Ia kemudian mengarahkan korban Anaas mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan secara medis.
Atas kejadian tersebut, Tri Maharani yang menjabat Presiden Toxinology Society of Indonesia itu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak melakukan aktivitas mencari ular Papua, terutama Micropechis Ikaheka karena nyawa taruhannya. Hal ini karena belum ada antiracunnya di dunia.
Editor: Reza Fajri