Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Liburkan Program MBG saat Imlek dan Awal Ramadan, Kembali Disalurkan 23 Februari
Advertisement . Scroll to see content

5 Daerah dengan Kasus Keracunan MBG Terbesar, Salah Satunya Bandung Barat

Sabtu, 27 September 2025 - 10:19:00 WIB
5 Daerah dengan Kasus Keracunan MBG Terbesar, Salah Satunya Bandung Barat
Ilustrasi kasus keracunan MBG di Indonesia terbanyak terjadi di daerah ini. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat ada lima daerah dengan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbesar di Indonesia. Jumlah itu dihitung dari korban tertingginya.

Berdasarkan data yang dipaparkan BGN dalam konferensi pers, Jumat (26/9/2025) korban tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung, Lampung dengan jumah 503 orang.

Kemudian, disusul di Kabupaten Lebong, Bengkulu dengan korban 467 orang. Lalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sebanyak 411 orang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah 339 orang dan terakhir di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta sebanyak 305 orang.

Sementara itu, BGN juga mencatat jumlah korban keracunan dari periode Januari hingga September 2025 mencapai 5.914 orang. Adapun, kasus tertinggi terjadi di bulan September yang mencapai 2.210 orang korbannya.

Data korban keracunan akibat MBG dari Januari-September 2025 yang dipaparkan BGN. (Foto: screenshot)
Data korban keracunan akibat MBG dari Januari-September 2025 yang dipaparkan BGN. (Foto: screenshot)

Sementara itu, BGN mencatat penyebab utama keracunan program MBG adalah bakteri e-coli yang berasal dari air, nasi, tahu dan ayam. Selanjutnya, ada bakteri staphylococcus aureus juga dari menu tempe dan bakso, bakteri salmonella dari ayam, telur dan sayur, bakteri bacillus cereus dari mie, dan coliform, PB, Klebsiella, Proteus dari kontaminasi air.

Wakil BGN Nanik S Deyang mengaku salah dan meminta maaf atas insiden keracunan program MBG yang terjadi di beberapa wilayah. Hal itu disampaikan sambil menangis.

"Kami mengaku salah, kami mengaku salah atas apa yang terjadi insiden pangan ya, insiden pengamanan pangan," ucap dia di Kantor BGN pada Jumat (26/9/2025).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut