5 Fakta Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas, Nomor 3 Bermula Cekcok
JAKARTA, iNews.id - Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas diduga menjadi korban penganiayaan. S diduga dikeroyok sekumpulan orang menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan polisi tengah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Namun dia belum bisa merinci lebih lanjut soal kasus tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan,” ucap Febri ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/01/2022).
Meski demikian polisi berhasil mengungkap sejumlah hal usai melakukan beberapa tahap penyelidikan. Berikut lima fakta yang dihimpun dari kejadian tersebut:
Prajurit TNI AD Ditemukan Tewas, Diduga Korban Penganiayaan
1. Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas setelah ditusuk
Prajurit TNI AD berinisial S (22) tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Penjaringan, Jakarta Utara. S meninggal setelah mendapat tusukan senjata tajam.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
2. Korban lain warga sipil berinisial SM kritis
Selain menewaskan prajurit TNI AD berinisial S, pengeroyokan itu mengakibatkan warga sipil SM terluka. Saat ini kondisinya kritis dan masih dalam proses perawatan di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta.
"Ada dua orang korban, satu meninggal dunia, satu korban masih dirawat di RS Atmajaya. Informasi seperti itu (korban anggota TNI AD). Ada saksi sudah kami periksa terkait peristiwa itu, pelaku lain masih dalam pengejaran," kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya.
3. Bermula dari cekcok
Peristiwa berdarah itu bermula dari cekcok. Keterangan itu didapat setelah polisi memeriksa sejumlah saksi.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (16/1/2022) dini hari. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan tidak ingin berspekulasi soal siapa dan motif apa yang dilakukan.
“Masih penyelidikan, harus hati-hati,” kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya.
4. Satu pelaku sudah ditangkap
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan satu pelaku pengeroyokan berdarah itu sudah ditangkap. Kini yang bersangkutan diperiksa intensif.
Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya menyebut pemeriksaan dilakukan untuk mengejar pelaku pengeroyokan yang lain.
Sejauh ini, berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang diciduk itu ikut cekcok dan menganiaya korban. Penganiayaan dilakukan bersama kelompoknya di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Pelaku lain masih dalam pengejaran," tutur Febri.
5. Polisi belum beberkan identitas pelaku
Polisi belum bisa membeberkan identitas pelaku dan kelompok penganiaya tersebut. Hal itu dilakukan agar tak menggangu proses proses pendalaman kasus tersebut dan pencarian pada pelaku lainnya.
Polisi memastikan tidak ingin berspekulasi soal siapa dan motif apa yang dilakukan.
“Masih penyelidikan, harus hati-hati,” kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya.
Editor: Rizal Bomantama