5 Poin Sikap Gerakan Suluh Kebangsaan atas Kondisi Papua
JAKARTA, iNews.id - Gerakan Suluh Kebangsaan menyampaikan sikap terkait aksi massa yang berujung kericuhan di Papua dan Papua Barat. Unjuk rasa di beberapa kota itu dipicu dugaan tindakan rasialisme terhadap mahasiswa Papua dan Papua Barat di Malang dan Surabaya.
Sekretaris Jenderal Gerakan Suluh Kebangsaan Alissa Wahid menyampaikan 5 poin yang menjadi sikap pihaknya dalam menyikapi perkembangan di Papua.
"Pertama, (meminta) semua pihak untuk menahan diri dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana kondusif di Papua," ucap Alissa dalam konferensi pers tentang Papua di Jakarta, Jumat (23/8/2019).
Poin kedua, Gerakan Suluh Kebangsaan meminta kepada pemerintah dan TNI-Polri untuk mengedepankan dialog konstruktif bersama tokoh-tokoh Papua untuk mencari jalan keluar terbaik demi kepentingan masyarakat Papua dan NKRI.
"Tiga, semaksimal mungkin Pemerintah mengambil tindakan damai yang cepat, terencana, dan tepat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sehingga tidak jatuh korban lagi," kata Alissa.
Keempat, Gerakan Suluh Kebangsaan meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas okunum pelaku rasisme yang memicu kerusuhan dan mencegah terjadinya lagi kejadian serupa.
"Lima, semua komponen bangsa selalu menjunjung tinggi persamaan derajat sebagai sesame bangsa Indonesia, mencegah terjadinya tindakan diskriminatif, menghargai local values," ucap putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid tersebut.
Gerakan Suluh Kebangsaan juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar segera menyadari tentang adanya kesenjangan yang ada saat ini dan karena itu harus bersama-sama mencegahnya.
"Semua orang harus dipandang memiliki martabat yang sama dan kedudukan setara sebagai bangsa Indonesia. Selain keharusan menciptakan etika sosial kesetaraan dan kesederajatan tersebut, tidak kalah pentingnya adalah penegakan hukum bagi pelaku rasisme tersebut,".
Editor: Zen Teguh