5 Sejarah 31 Desember, Kelahiran Sir Alex Ferguson hingga Kematian Massal di Shanghai
JAKARTA, iNews.id – Umur 2019 tinggal hitungan jam. Tak lama lagi penanggalan masehi akan menginjak 2020. Berbagai sukacita dan persiapan merayakan Tahun Baru dilakukan jutaan manusian di berbagai belahan dunia.
Menengok ke belakang, banyak sejarah lahir di hari penutup tahun atau 31 Desember. Sejarah itu mulai perayaan, kelahiran, pencapaian, hingga kematian.
Berikut 5 sejarah penting pada 31 Desember:
1. Perayaan Tahun Baru di Times Square (1907).
Pemilik surat kabar New York Times, Adolp Ochs, mengenalkan ball drop untuk menandai pergantian tahun di Times Square, New York City, Amerika Serikat. Ini bola yang diturunkan dalam waktu 60 detik sebagai hitung mundur bergantinya tahun.
Pertama kali dilakukan pada 31 Desember 1907, tradisi itu terus berlanjut hingga kini. Perayaan Tahun Baru di Times Square sekarang bahkan menjadi salah satu tempat paling ikonik dalam perayaan Tahun Baru. Jutaaan orang akan berkumpul di tempat ini setiap tahunnya.
2. VOC Bubar karena Bangkrut (1799).
Korporasi milik Belanda yang diciptakan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah dan perdagangan lain di Asia. Dibentuk pada 20 Maret 1602, VOC awalnya menjadi penguasa yang mencengkeram sendi kehidupan dan ekonomi Hindia Belanda.
Namun lambat laun bisnis mereka meredup. Pada 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Saat itu mereka tercatat memiliki utang hingga 136,7 juta gulden.
3. Kelahiran Sir Alex Ferguson (1941).
Siapa tidak kenal Sir Alex Ferguson? Nama pria kelahiran Govan, Glasgow, Skotlandia pada 31 Desember 1941 ini tertulis dalam tinta emas sejarah. Bukan hanya dikenal sebagai sosok legendaris, namun juga juru taktik ulung dan berpengaruh di dunia sepakbola.
Selama menukangi Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan memenangkan 13 gelar juara liga. Pada 1999, Fergi menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA dan Liga Champions UEFA. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali.
4. Boris Yeltsin Mundur, Putin Pimpin Rusia (1999).
Lahir dari keluarga biasa di kaki pegunungan Ural, Boris Yeltsin meniti karier politik hingga dipercaya Presiden Uni Soviet kala itu, Mikhail Gorbachev, untuk menjadi anggota Politburo, pembuat kebijakan utama Partai Komunis.
Sejak itu kariernya makin melesat. Namun dalam perjalanannya dia berseberangan Gorbachev. Yeltsin terpilih sebagai presiden pertama Rusia lewat dukungan mutlak rakyat. Rusia saat itu masih menjadi bagian Uni Soviet.
Seiring runtuhnya Soviet, Rusia mengambil alih kekuasaan pertahanan, ekonomi dan luar negeri. Pada 31 Desember 1999, Yeltsin mengundurkan diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Perdana Menteri Vladimir Putin.
5. Tragedi Malam Tahun Baru di Shanghai (2014).
Sedikitnya 35 orang tewas dan tak kurang dari 40 lainnya terluka dalam perayaan malam pergantian tahun di Shanghai, China, 31 Desember 2014. Tragedi ini menjadi salah satu peristiwa terkelam malam Tahun Baru di Negara Tirai Bambu tersebut.
Jelang tengah malam, ribuan orang menyemut di kawasan Bund, pinggiran sungai di kota tersebut, untuk menyaksikan pesta kembang api menandai Tahun Baru 2015. Ketika berdesak-desakan itulah warga saling dorong dan injak.
Editor: Zen Teguh