6 Fakta Mencengangkan Foto 'Raja Jokowi' Dalam Berbagai Ukuran
JAKARTA, iNews.id - Poster 'Raja Jokowi' bertebaran di beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Di Kabupaten Rembang misalnya, ada lebih dari 700 poster di enam kecamatan terpasang.
Belum juga tuntas, pemasangan poster 'Raja Jokowi', juga mulai bertebaran di Jawa Barat (Jabar). Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin atau Jokowi-Ma'ruf Amin menilai, penyebaran poster tersebut sebagai gaya baru kampanye hitam (black campign).
Selain berukuran poster, gambar 'Raja Jokowi' juga berukuran stiker, spanduk dan yang terbesar baliho. Gambar tersebut, memperlihatkan Jokowi mengenakan mahkota bak seorang raja plus jubahnya.
Tulisan 'Ayo Kita Bekerja Untuk Rakyat' terpampang dalam gambar tersebut. Logo PDI Perjuangan dengan Banteng dengan moncong putihnya serta nomor urut 3 juga terlihat.
Berikut fakta-fakta mencengangkan terkait maraknya poster 'Raja Jokowi':
1. 31 kabupaten/kota di Jateng
Dari hasil razia yang dilakukan kader PDIP Banjarnegara, diketahui ada 3.000 poster, spanduk, dan baliho Raja Jokowi. Ribuan poster itu kemudian dicopot dan diamankan di Kantor DPC PDIP.
Pencopotan poster itu dilakukan karena atribut tersebut dinilai tidak sesuai dengan desain tim pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan diduga dipasang orang yang ingin menjatuhkan citra capres Jokowi.
Ketua DPC PDIP Banjarnegara, Saeful Muzad mengatakan, ribuan poster, spanduk dan baliho bergambar capres Jokowi mengenakan mahkota raja ditemukan di 22 kecamatan. "Ada 3.000 poster, spanduk dan baliho bergambar capres Jokowi pakai mahkota raja. Itu kami temukan di 22 kecamatan. Atas instruksi DPD PDIP, kami copoti poster dan spanduk itu," katanya, Selasa (13/11/2018).
Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/11/2018) menyebut poster 'Raja Jokowi' telah menyebar di 31 kabupaten/kota di Jateng.
2. PDIP-Gerindra Bantah Terlibat
Poster 'Raja Jokowi' juga terpasang di Banyumas, Jawa Tengah. PDI Perjuangan membantah terlibat dalam penyebaran poster tersebut.
PDIP telah menginstruksikan kader di daerah mencopot poster 'Raja Jokowi.' Tudingan sempat mengarah kepada pihak anti-Jokowi.
Politisi Partai Gerindra Sodik Mudjahid membantah pihaknya terlibat dalam penyebaran baliho raja Jokowi. Dia berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas.
3. Kampanye Hitam Gaya Baru
PDI Perjuangan menduga aksi itu merupakan modus kampanye hitam (black campaign) gaya baru. Seolah-olah, atribut kampanye tersebut mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, sifatnya kampanye hitam.
"Dari aspek estetika, komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye, atribut bergambar PDI Perjuangan dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Ada pihak-pihak yang memalsukan APK tersebut. Kami yakin, atribut tersebut dipasang oleh pihak yang mau mendiskreditkan kami," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto , Rabu (14/11/2018).
4. 'Raja Jokowi' Menjalar ke Jabar
Poster bergambar Jokowi mengenakan mahkota raja itu ditemukan Tim Kampanye Daerah (TKD) Kabupaten Bandung di Kecamatan Soreang. Poster-poster itu kemudian diamankan di Kantor DPD PDIP Bandung.
"Atribut bergambar Jokowi mengenakan mahkota raja tidak hanya di Semarang, Jawa Tengah, tapi juga di Kabupaten Bandung. Salah satunya kami temukan di Soreang," kata Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Kabupaten Bandung Widi Cakrawan, Kamis (15/11/2018).
5. Pemasang Dibanderol Rp30.000
Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, terdapat 30 armada angkutan umum jurusan Demak-Jepara PP yang dipasang stiker 'Raja Jokowi'. Namun, pada penyisiran yang dilakukan tim PDIP Demak baru menemukan enam armada dan langsung dicopot untuk diamankan.
"Ukurannya cukup besar, jadi kaca belakang angkot itu full. Sebagai kompensasi mereka dikasih Rp30.000 untuk pasang stiker itu. Gambarnya Pak Jokowi pakai mahkota dengan latar belakang seperti Menara Kudus. Ada enam yang sudah kita amankan, semua dibawa ke Kantor DPC, sambil menunggu arahan dari DPD Jateng," katanya di Demak, Selasa (13/11/2018).
6. Dalang Diduga Kaum Intelektual
Dari informasi yang diperoleh para angkot saat sweeping , masih menurut Fahrudin, poster 'Raja Jokowi' dibagikan seorang pemuda. Hasil penelusuran, pemuda yang membagikan 30 stiker merupakan kaum terpelajar. Dia tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi.
"Dugaan sementara, ini (tersebarnya poster dan stiker ‘Raja Jokowi') juga melibatkan kaum intelektual. Kita masih dalami informasi ini. Untuk tindak lanjut kita menunggu perintah dari DPD PDI Perjuangan Jateng untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Slamet, di Demak, Kamis (15/11/2018).
Editor: Djibril Muhammad