Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Preman di BKT Jaktim Palak PKL Rp250.000, Modus Uang Kebersihan
Advertisement . Scroll to see content

6 Fakta Pendeta Gilbert Ceramah Singgung Zakat dan Salat, Kini Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 18 April 2024 - 04:00:00 WIB
6 Fakta Pendeta Gilbert Ceramah Singgung Zakat dan Salat, Kini Dilaporkan ke Polisi
Pendeta Gilbert datangi Jusuf Kalla (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pendeta Gilbert Lumoindong viral di media sosial terkait ceramahnya yang menyinggung soal zakat di kalangan umat Islam. Dalam ceramahnya, Gilbert membandingkan zakat umat Islam yang 2,5 persen sedangkan Kristen 10 persen. 

Selain itu, Pendeta Gilbert juga menyinggung soal gerakan salat.

Berikut beberapa fakta terkait kasus ini seperti dirangkum iNews.id, Rabu (17/4/2024):

1. Ceramahnya Viral

Video ceramah Pendeta Gilbert yang membandingkan zakat umat Islam dan Kristen serta gerakan salat beredar di media sosial dan menuai polemik.

2. Dilaporkan ke Polisi 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, laporan polisi diterima pada Selasa (16/4/2024). Laporan itu  akan ditindaklanjuti oleh Sub Direktorat Keamanan Negata (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. 

"Benar. Laporan diterima tanggal 16 April 2024 tentang dugaan penistaan agama," katan Ade Ary, Rabu (17/4/2024). 

Ade tidak menjelaskan secara detal pihak yang melaporkan kasus tersebut. Pihaknya kini tengah menyelidiki terkait laporan tersebut.


3. Pendeta Gilbert Minta Maaf

Pendeta Gilbert telah meminta maaf atas pernyataannya dan mendatangi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memohon maaf secara langsung.

"Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada. Beberapa catatan yang perlu saya garis bawahi yang pertama pasti tidak ada niat saya untuk mengolok-olok apalagi menghina, sama sekali tidak," ucapnya, Senin (15/4/2024) usai bertemu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK).

Dia mengaku sejak dini dibesarkan dengan beragama toleransi misalnya rumahnya di kampung di Tebet yang hanya 200 meter dari mesjid. Serta dirinya juga dibesarkan di SD Dewi Sartika yang mana kehidupannya yang cukup dekat dengan umat muslim.

"Lalu kemudian beberapa hal juga yang perlu diketahui yang kedua itu adalah ibadah interen yang tidak berlaku untuk umum. Tetapi karena jemaat kita ada dua; ada jemaat gereja, ada jemaat online. Jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum," ucap dia.

4. MUI Menerima Maaf

MUI menerima permintaan maaf Pendeta Gilbert dan mengimbau agar kejadian ini tidak terulang kembali. MUI juga mengingatkan agar tidak membandingkan keyakinan dan ritual agama lain saat berceramah.

Ketua MUI, Cholil Nafis  mewakili masyarakat Indonesia mengaku menerima permohonan maaf dari pendeta Gilbert. Selain itu, MUI meminta insiden tersebut tidak akan terulang kembali.

"Kami sebagai umat beragama tentu menerima permohonan maafnya. Kami semua memaafkan seraya kami meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran baginya dan bagi kita semua.  Bahwa saat khutbah atau ceramah tak perlu membandingkan keyakinan dan ritual agama  lain apalagi merendahkan demi menjaga terjadinya kesalahpahaman," ucapnya, Selasa (16/4/2024).

5. JK Mengingatkan Toleransi

JK selaku Ketua Umum DMI mengingatkan pentingnya toleransi antarumat beragama di Indonesia dan menghargai perbedaan.

Dia sempat terkejut dan kecewa pada saat melihat video itu. Lantas dia mengingatkan perlunya saling menghargai di negara yang memiliki beragam agama ini. 

"Saya sih terkejut, kecewa juga waktu melihat itu dan dijelaskan, karena bagi saya hidup di negeri yang tercinta ini kita saling menghargai satu sama lain. Apapun agama kita, kita harus toleransi. Untuk toleransi harus saling menghargai. Dalam Islam itu ayatnya lakum dinukum waliyadin, agama saya agama saya dan agamu agamamu. Kita saling menghargai tapi tidak saling mengkritik ataupun menghina apalagi," ucapnya, Senin (15/4/2024).

6. Masih Diproses Polisi 

Meski telah meminta maaf, laporan terhadap Pendeta Gilbert masih diproses oleh Polda Metro Jaya.

"Ditangani Subdit Kamneg," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Rabu (17/4/2024).

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut