8 Contoh Stratifikasi Sosial, Pengertian dan Faktor Pembentuknya
JAKARTA, iNews.id - Contoh stratifikasi sosial ternyata sangat sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Sederhananya, ketika ada pejabat lewat di jalan raya, apa yang akan terjadi?
Perilaku tersebut menciptakan adanya perbedaan antara pejabat dengan masyarakat awam, meskipun sama-sama melewati jalan raya. Lalu, apa sebenarnya stratifikasi sosial itu? Berikut penjelasannya.
Mengutip buku ‘Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI’ terbitan Esis, berikut pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli:
Max Weber
Menurutnya, stratifikasi sosial adalah pembagian orang-orang yang berada di suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, hak istimewa, dan prestise.
Cuber
Stratifikasi sosial didefinisikan sebagai suatu pola penempatan kategori kelas sosial berdasarkan hak yang berbeda.
Pitirim A. Sorokin
Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang disusun secara hierarki atau bertingkat.
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat beberapa contoh stratifikasi sosial dalam kehidupan sehari-hari, yakni sebagai berikut
Dasar pembentuk stratifikasi sosial diukur melalui keberadaan hal yang lebih dihargai oleh masyarakat dan diukur secara kumulatif, berikut penjelasannya.
Hal pertama yang terpikirkan ketika kita mendengar kata ini, yaitu jumlah pendapatan seseorang. Jika orang tersebut memiliki pendapatan yang besar, maka harta benda yang dimiliki juga semakin banyak.
Banyaknya jumlah kekayaan yang dimiliki seseorang, mampu memberikannya peluang untuk menduduki strata tertinggi atas pengakuan masyarakat. Berbeda dengan orang berpendapatan rendah, umumnya akan menempati strata sebagai masyarakat bawah.
Saat ada seseorang yang mampu menentukan kehendaknya terhadap orang lain, hal demikian berkaitan dengan istilah kekuasaan. Anggota masyarakat yang memiliki kuasa terbesar akan menempati strata sosial yang paling atas. Begitu pula sebaliknya, saat anggota masyarakat tersebut hanya memiliki kuasa kecil atau hanya menempati posisi bawahan, akan menempati strata yang lebih rendah.
Dasar pembentuk stratifikasi sosial satu ini sering dijumpai pada anggota keluarga kerajaan atau bangsawan. Misalnya, alam Agama Hindu juga terdapat pembagian strata sosial keturunan dalam pembagian kasta Bangsawan, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Dalam masyarakat ini, keturunan dengan tingkatan tertinggi memiliki peluang untuk menempati strata atas dan lebih dihormati.
Pada dasarnya, pendidikan merupakan hal penting di setiap kehidupan masyarakat. Maka, dalam strata sosial pun, jika ada anggota masyarakat dengan pendidikan atau ilmu pengetahuan tinggi akan mendapatkan peluang ditempatkan strata sosial paling atas.
Pembagian stratifikasi sosial menurut sifatnya ada tiga macam, yaitu:
Sifat strata sosial ini merujuk pada bentuk strata yang anggotanya sulit yang hanya terbatas pada mobilitas horizontal dan sulit dalam pengadaan mobilitas vertikal. Contoh stratifikasi sosial tertutup adalah sistem kasta masyarakat Bali, masyarakat feodal, dan rasionalis.
Pada strata ini, memungkinkan anggota masyarakat berpindah strata sosial, baik vertikal atau horizontal. Misalnya, saat seorang pedagang kaki lima bekerja dengan tekun dan cerdas, sehingga lima tahun selanjutnya ia mampu membuka cabang produksi di berbagai daerah.
Berbeda dengan kedua stratifikasi sosial di atas, strata ini menghendaki adanya kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Contoh stratifikasi sosial campuran adalah seorang Brahmana dengan kedudukannya yang dihormati di lingkungannya harus mampu menempatkan posisi saat dirinya tidak berada di lingkungannya itu.
Demikian informasi mengenai contoh stratifikasi sosial beserta pengertian, dasar pembentuknya hingga sifat-sifatnya. Semoga artikel ini membuat kamu lebih paham ya!
Editor: Puti Aini Yasmin