8 Fakta Sosok Habibie yang Dikenal Cerdas, Religius dan Sarat Prestasi

Aditya Pratama ยท Rabu, 11 September 2019 - 21:25 WIB
8 Fakta Sosok Habibie yang Dikenal Cerdas, Religius dan Sarat Prestasi

Presiden ke-3 RI BJ Habibie. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Innaa lillaahi wa Innaa iliahi raajiuun. Duka kembali menggelayuti Bangsa Indonesia atas wafatnya putra terbaik bangsa Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Presiden ketiga RI mengembuskan napas terakhir pada usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Habibie merupakan tokoh paling berpengaruh dan prestasinya diakui hingga luar negeri. Habibie lahir di Pare Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, dari pasangan Alwi Abdul Djalil Habibie dan Raden Ayu Toeti Saptomarini.

Berikut delapan fakta tentang sosok Habibie:

1. Sosok Cerdas dan Religius

Sejak kecil, Habibie yang oleh keluarganya lebih akrab disapa Rudy itu sudah dikaruniai kecerdasan luar biasa.

Putra keempat dari delapan bersaudara itu memiliki latar belakang keluarga yang religius. Sang ayah terbiasa membacakan Alquran kepada Habibie kecil. Tak heran, di saat usianya masih tiga tahun, Habibie sudah lancar melantunkan ayat-ayat suci Allah itu. Kecerdasan Rudy memang sudah terlihat sejak balita.
 
2. Raih Gelar Doktor Teknik dengan Summa Cumlaude di Jerman

Pada 1954, Habibie memulai studinya di Jurusan Teknik Mesin di Universitas Indonesia Bandung--yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Masa pendidikannya di kampus biru itu hanya berlangsung setahun.

Habibie lantas memutuskan untuk berkuliah di Jerman, yakni di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH). Di sana, dia memilih Jurusan Teknik Penerbangan.

Pada 1960, Habibie meraih gelar Diploma Teknik dengan predikat cumlaude. Lima tahun berselang, dia mengantongi gelar Doktor Teknik dengan predikat summa cumlaude. Secara keseluruhan, ada 10 tahun dia menghabiskan masa pendidikannya di Jerman.

3. Penemu Teori Keretakan Pesawat yang Dikenal Faktor Habibie

Semasa kuliah di Jerman, Habibie menemukan rumus yang dapat digunakan untuk memprediksi keretakan pada pesawat dengan tingkat akurasi tinggi. Teori keretakan pesawat hasil temuannya itu kemudian dikenal dengan "Faktor Habibie".

4. Jabat Wapres Perusahaan Penerbangan di Jerman

Setelah studinya rampung di negeri orang, Habibi tak langsung pulang ke Tanah Air. Dia memutuskan untuk menetap di Jerman. Bahkan, ayah dari Ilham dan Thareq Kemal Habibie itu pernah bekerja cukup lama di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan kedirgantaraan yang masyhur di Jerman.

Di perusahaan penerbangan itu, Habibie mendapat kehormatan sebagai wakil presiden bidang teknologi di perusahaan tersebut.

5. Memimpin PT IPTN atau PT Dirgantara Indonesia

Habibie baru pulang ke Indonesia pada 1973. Kepulangannya kala itu atas permintaan Presiden Soeharto. Awalnya, Habibie ditugaskan Pak Harto mengelola Pertamina.

Pesawat N 219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia hasil rancangan BJ Habibie. (Foto: Koran SINDO)

Tiga tahun berikutnya, Habibie dipercaya menjadi pimpinan pertama PT Industri Pesawat Terbang Negeri (IPTN) yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia.

6. Menteri Riset dan Teknologi

Setelah dipercaya memimpin PT Dirgantara Indonesia, selanjutnya, sejak 1978, Habibie diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Jabatan itu dipegangnya selama dua dasawarsa.

7. Wakil Presiden ke-7 RI

Pada 11 Maret 1998, Habibie resmi menjadi Wakil Presiden ke-7 RI menggantikan Try Sutrisno. Namun, jabatan wapres yang diembannya hanya seumur jagung.

8. Diangkat Jadi Presiden ke-3 RI

Pada saat krisis 1998, Habibie akhirnya menjabat Presiden RI, menggantikan Soeharto. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil selamat dari keterpurukan.

Berbagai terobosannya mampu mengubah wajah Indonesia menjadi jauh lebih demokratis. Pelemahan rupiah berhasil dia tekan dari angka hampir menyentuh Rp16.500 menjadi Rp6.500 per dolar AS.


Editor : Kastolani Marzuki