Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Advertisement . Scroll to see content

Ada 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter 

Kamis, 05 Maret 2026 - 10:27:00 WIB
Ada 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter 
BMKG menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi pada 5-8 Maret 2026 dampak kemunculan tiga bibit siklon tropis. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 5-8 Maret 2026. Hal ini dampak dari kemunculan tiga bibit siklon tropis.

Bibit Siklon Tropis 90S (11.7 LS 109.4 BT) di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Bibit Siklon Tropis 93S (16.3 LS 121.1 BT) di Perairan Australia Barat, dan Bibit Siklon Tropis 92P (15.0 LS 137.4 BT) di Teluk Carpentaria memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia. 

Hal ini memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-40 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah," tulis BMKG dalam keterangannya Kamis (5/3/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku.

Lalu, di Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Laut Banda, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.

Sedangkan gelombang tinggi pada kisaran 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian tengah, dan Samudra Pasifik utara Maluku

Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4–6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTT.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m).

Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 m).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut