Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: KPK Tetapkan Bupati Cilacap dan Sekda Tersangka Pemerasan
Advertisement . Scroll to see content

Agus Rahardjo Sebut Motif Isu Taliban untuk Diskreditkan KPK

Senin, 16 September 2019 - 20:22:00 WIB
Agus Rahardjo Sebut Motif Isu Taliban untuk Diskreditkan KPK
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Isu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disusupi taliban dinilai tidak benar. Motif isu tersebut untuk mendiskreditkan KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menantang orang yang menuduh KPK disusupi taliban untuk menanyakan kepada peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI). Dia menilai para peneliti LIPI sangat paham kondisi internal KPK.

"Silakan kalau mau melakukan penelitian," ujar Agus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Saat ini, kata dia LIPI sedang ada kerja sama dengan KPK. Menurutnya, KPK bersih dari paham radikal.

"Saya setuju orang-orang dan profesor-profesor yang sudah bekerja sama dengan KPK. Mereka tahu dalamnya KPK seperti Syamsudin Haris dari LIPI. Dia tahu, enggak ada itu taliban," ucapnya.

Secara terpisah Juru Bicara KPK Febri Diansyah masih menunggu sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait usulan Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. RUU tersebut dinilai melemahkan KPK.

"Sembari menunggu tindakan penyelamatan KPK dari presiden, terutama terkait revisi UU KPK yang semakin mencemaskan, maka KPK terus menjalankan tugas dan amanat undang-undang," kata Febri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Dia berharap Jokowi sebagai orang nomor satu di negeri ini segera menyelamatkan KPK dari upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Dia yakin, Jokowi akan bersikap bijak terhadap usulan RUU KPK.

"KPK percaya, presiden akan mengambil tindakan penyelamatan dan tidak akan membiarkan KPK lumpuh apalagi mati," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut