Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Tahun Berturut-turut, Puan Maharani Pakai Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR
Advertisement . Scroll to see content

Ahmad Muzani Baca Pantun di Sidang Tahunan MPR: Mari Bersatu, Jangan Saling Menghujat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:52:00 WIB
Ahmad Muzani Baca Pantun di Sidang Tahunan MPR: Mari Bersatu, Jangan Saling Menghujat
Ketua MPR Ahmad Muzani menutup pidato Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dengan pantun yang mengajak masyarakat bersatu dan tidak saling menghujat. (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua MPRAhmad Muzani membacakan pantun di penghujung pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pantun tersebut, Muzani berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.

Sebelum membacakan pantun, Muzani menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dia kemudian meminta izin kepada para peserta sidang untuk membacakan tiga pantun sebelum menutup pidatonya.

“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Sebelum tutup, kami izin diizinkan untuk membaca tiga buah pantun,” ujar Muzani.

Pantun pertama yang dibacakan Muzani berisi pesan optimisme untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.

Kemudian, Muzani membacakan pantun yang menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Dia berharap kebijakan yang berpihak kepada rakyat dapat membuat Indonesia semakin maju.

“Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden yang merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,” tuturnya.

Terakhir, Muzani menyampaikan pantun yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Melalui pantun tersebut, dia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.

“Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari bersatu jangan saling menghujat,” ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut