Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru
Advertisement . Scroll to see content

AHY Ungkap 5 Kekuatan Ekonomi Baru RI, Apa Saja?

Senin, 09 Februari 2026 - 08:07:00 WIB
AHY Ungkap 5 Kekuatan Ekonomi Baru RI, Apa Saja?
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap lima pilar ekonomi baru di Indonesia. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap 5 pilar ekonomi baru. Diketahui, pemerintah sedang menggagas peta jalan ekonomi Indonesia.

Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik. Melainkan, dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," ujar AHY dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026).

AHY menguraikan lima pilar ekonomi baru yang konkret dan relevan. Pilar ekonomi ini digadang-gadang penting pula bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global.

Pertama, terkait infrastruktur dasar dan keadilan, yang bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

Kedua, perumahan layak yang berfokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Ketiga, konektivitas fisik dan digital demi memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

Keempat, investasi manusia, yang prioritasnya pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.

Terakhir, soal akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Titik berangkatnya ialah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.

AHY mengingatkan bahwa tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu, bukan sekadar jargon. 

"Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda," ujarnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut