AHY Ungkap Tantangan Proyek Giant Sea Wall, Perlu Kolaborasi Besar-besaran
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall merupakan mega proyek nasional yang membutuhkan dukungan lintas daerah dan koordinasi antar-kementerian dan lembaga (K/L).
AHY menyebut, tanggul laut raksasa yang akan membentang sepanjang pantai utara (pantura) itu tidak hanya membutuhkan anggaran besar, tetapi juga kerja sama antarwilayah karena mencakup area yang sangat luas, mulai dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
"Ini proyek besar, mega proyek, membutuhkan anggaran yang juga tidak sedikit, melibatkan lima provinsi, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim. 20 kabupaten, 5 kota. Semua itu tentunya perlu kolaborasi termasuk melibatkan belasan bahkan puluhan kementerian dan lembaga," ucap AHY saat dijumpai usai mengunjungi Inlet Sodetan Kali Ciliwung di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
AHY menambahkan, proyek giant sea wall juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan politik atau political goodwill menjadi faktor penting untuk memastikan proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
KKP Ungkap Proyek Giant Sea Wall bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura
"Dan ini semua membutuhkan political goodwill dan Bapak Presiden sudah menegaskan itu. Kami saat ini terus berupaya untuk mengorkestrasi antar kementerian lembaga, tentunya di depan nanti adalah Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa," tuturnya.
Pemerintah, kata AHY, tengah menyiapkan skema pembangunan infrastruktur pesisir secara bertahap. Tidak hanya membangun tanggul laut dan tanggul pantai, konsep perlindungan kawasan pesisir juga akan dikombinasikan dengan pendekatan alami atau hybrid engineering seperti rehabilitasi mangrove.
"Dan kami dari sisi infrastruktur juga siap untuk memastikan pembangunan tanggul apakah pantai, apakah tanggul laut, termasuk juga kombinasi hybrid dengan yang sifatnya lebih alami, misalnya dengan mangrove. Ini juga kita lakukan secara bertahap," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama