Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Ditutup Meroket ke Level 8.122, Nilai Transaksi Sentuh Rp28,8 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Airlangga usai IHSG Anjlok 2 Hari Berturut-turut: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:51:00 WIB
Airlangga usai IHSG Anjlok 2 Hari Berturut-turut: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap kokoh meski IHSG anjlok dua hari berturut-turut. (Foto: iNews.id/Tangguh)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap kokoh meski IHSG sempat jeblok selama dua hari berturut-turut. Menurutnya, saat ini IHSG sudah kembali cerah dan berada dalam jalur hijau.

"Perlu kami tegaskan bahwa fundamental Indonesia secara ekonomi tetap kokoh dan koordinasi antara fiskal moneter berjalan dengan baik dan kemarin kita lihat IHSG sudah rebound dan hari ini masuk di, pagi ini masuk di dalam jalur hijau," ucap Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Menanggapi dinamika pasar tersebut, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas perekonomian nasional, termasuk kredibilitas pasar modal, melalui sejumlah langkah strategis.

Salah satu langkah utama yang disiapkan pemerintah adalah percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Airlangga, proses demutualisasi ditargetkan dapat mulai berjalan pada tahun ini sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal.

"Ini adalah transformasi struktural di mana mengurangi benturan kepentingan di bursa efek antara pengurus bursa dengan anggota bursa, dan juga untuk mencegah praktek pasar yang tidak sehat. Demutualisasi bursa ini juga akan membuka terhadap investasi termasuk dari Danantara dan juga agensi lainnya," jelas Airlangga.

Airlangga menambahkan, tahapan demutualisasi sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang B2SK dan ke depan dapat dilanjutkan dengan opsi bursa untuk melantai di pasar modal atau go public.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan tata kelola dan keterbukaan informasi di pasar modal. Pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, berencana meningkatkan porsi saham beredar bebas (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Airlangga optimistis pasar modal Indonesia akan menjadi lebih kuat, adil, kompetitif, dan transparan. Ia menegaskan, langkah-langkah ini merupakan sinyal positif bagi pasar global bahwa Indonesia tetap solid secara fundamental.

"Ini merupakan sinyal sekali lagi saya katakan sinyal kepada global market tetapi faktor fundamental ekonomi kita tetap kuat dan pemerintah tidak khawatir terkait dengan kondisi makro ekonomi maupun kondisi fiskal kita," tutup Airlangga.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut