Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Melihat Tradisi Mandi Suci di Kapal Perang, Ritual Sakral Taruna Akademi TNI AL
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Sigap Prajurit TNI AL Gagalkan Penyelundupan Timah Rp12,5 M di Bangka

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:09:00 WIB
Aksi Sigap Prajurit TNI AL Gagalkan Penyelundupan Timah Rp12,5 M di Bangka
TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal senilai sekitar Rp12,5 miliar di perairan timur Selat Bangka (dok. TNI AL)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal senilai sekitar Rp12,5 miliar di perairan timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Dalam operasi yang berlangsung Rabu (14/1/2026) malam itu, petugas mengamankan sebuah kapal nelayan beserta empat orang anak buah kapal (ABK).

Dari hasil pemeriksaan, TNI AL menemukan 500 karung bijih timah ilegal dengan total berat mencapai 25 ton. Timah tersebut diduga akan diselundupkan ke Malaysia.

Seluruh barang bukti bersama para pelaku selanjutnya diamankan untuk diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung," tulis keterangan Dinas Penerangan TNI AL, dikutip Selasa (20/1/2026).

Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari hasil pendeteksian KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi BKO Guskamla I terhadap sebuah kapal yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti melalui patroli laut terpadu yang melibatkan unsur KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) TNI AL, Satgas Sintelal, serta bersinergi dengan Bea Cukai Pangkal Pinang dan Binda Pangkal Pinang.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memerintahkan TNI dan Polri untuk menindak tegas praktik penyelundupan sumber daya alam serta berbagai kegiatan ilegal yang merugikan negara.

"Terlalu banyak penyelundupan. Kita sudah kerahkan TNI dan Polri, kerahkan kekuatan, masih saja pihak-pihak yang tidak mau menghormati hukum di Indonesia. Kita harus terus bertekad untuk menyelesaikan masalah ini," kata Prabowo.

Sebagai upaya penegakan hukum di laut sekaligus perlindungan sumber daya alam nasional, TNI AL terus meningkatkan patroli dan pengawasan, khususnya di wilayah perairan yang rawan terjadi pelanggaran. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut