Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI Singgung Krisis Iklim, Istana Buka Suara
Advertisement . Scroll to see content

Aktivis Greenpeace Copot Spanduk, Ini Suasana di Monumen Selamat Datang Bundaran HI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:43:00 WIB
Aktivis Greenpeace Copot Spanduk, Ini Suasana di Monumen Selamat Datang Bundaran HI
Suasana Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah anggota Greenpeace turun dari Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat usai membentangkan spanduk berisi kritikan kepada pemerintah, Selasa (20/9/2026). Mereka turun menggunakan tali yang membentang dari monumen.

Beberapa anggota Greenpeace yang sempat membentangkan spanduk itu turun sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum turun, mereka juga melepas spanduk yang sudah terpasang.

Mereka kemudian meluncur menggunakan tali dan mendarat di area pinggir kolam Bundaran HI.

Meski demikian, ada beberapa anggota Greenpeace yang sempat bertahan di atas monumen tersebut. Bahkan, seutas tali yang digunakan juga sempat ditarik kembali.

Selama peristiwa ini, terlihat petugas pemadam kebakaran dan polisi bersiaga di kawasan tersebut. Beberapa polisi juga terlihat ada yang menyiapkan perahu karet di area kolam Bundaran HI.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons aksi aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk protes di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dia menegaskan pemerintah terus berupaya menangani berbagai persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prasetyo mengatakan pemerintah terus berupaya maksimal menangani bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk karhutla.

"Yah, kita semua berusaha sekeras-kerasnya, semua dilakukan," ujar Prasetyo dalam keterangannya.

Dia menegaskan pemerintah tidak menginginkan bencana terjadi atau berlangsung berlarut-larut. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla.

"Bukan juga kemudian tidak ngapa-ngapain sebagaimana yang ditulis di spanduk," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut