Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 21 Kali Gempa Letusan Tercatat dalam 6 Jam
JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami 21 kali gempa letusan selama enam jam pada Sabtu (7/11/2026). Selain aktivitas letusan, gunung api tersebut juga mengalami satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer (km) ke arah tenggara.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas tersebut tercatat selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
“Tercatat 21 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm dan durasi 69-239 detik,” tulis laporan PVMBG.
Secara visual, teramati sembilan kali letusan dengan tinggi kolom asap sekitar 100-500 meter di atas puncak. Asap letusan berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke barat daya.
PVMBG juga mencatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 23 mm dan durasi 285 detik. Jarak luncurnya mencapai sekitar 3.500 meter ke arah tenggara.
Selain itu, aktivitas kegempaan Semeru meliputi satu kali gempa guguran, 16 kali gempa hembusan, satu kali tremor harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Hingga periode pengamatan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
“Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” tulis PVMBG.
Masyarakat juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dilarang karena rawan terdampak lontaran batu pijar.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
“Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya.
Editor: Aditya Pratama