Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Ajak Ormas-Mahasiswa Jaga Persatuan: Kunci Utama Dukung Program Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

Alam Ganjar Bagikan Tips Pilih Jurusan Kuliah, Cari Titik Tengah hingga Komunikasi ke Orang Tua

Rabu, 29 November 2023 - 07:21:00 WIB
Alam Ganjar Bagikan Tips Pilih Jurusan Kuliah, Cari Titik Tengah hingga Komunikasi ke Orang Tua
Muhammad Zinedine Alam Ganjar (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gajah Mada (UGM) Muhammad Zinedine Alam Ganjar menyampaikan tips memilih jurusan kuliah. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara Talkshow Zilenial Menatap Masa Depan Indonesia yang dihadiri sejumlah pelajar SMA. 

Awalnya, putra Calon Presiden Ganjar Pranowo itu bercerita saat dirinya masuk sebagai mahasiswa Teknik Industri UGM. Dia mengaku memiliki ketertarikan pada bidang sains dan sosial, sehingga dirinya mencari jurusan yang mampu menjembatani kedua disiplin ilmu tersebut.

"Kalau Teknik Industri aku dari dulu pengen karena backgroundku minatnya di sains teknologi, tetapi SMP aku mulai belajar sosial juga. Pas mulai kelas tiga aku mulai mencari yang bisa menjembatani keduanya, yaitu Teknik Industri yang bisa menjembatani antara sosial dan sains," kata Alam dalam keterangannya, Rabu (29/11/2023).

Alam mengimbau para siswa siswi untuk mencari titik tengah dalam mencari jurusan yang sesuai yang mampu mengakomodir keahlian dan minat.

"Jangan cuma fokus sama keahlian saja karena saat kita lagi jenuh itu bisa burn out dan mental break down, tetapi jangan fokus dengan interest karena belum tentu bisa menjamin secara ekonomi, jadi cari jalan tengah yang bisa mengakomodir keduanya," ujar dia.

Dia menjelaskan beberapa kejadian yang dialami temannya dalam memilih jurusan yang tidak sesuai karena pilihan orang tua. Alam mengimbau untuk berani bicara dan menjelaskannya secara baik-baik kepada orang tua.

"Karena ada beberapa pengalaman kawanku yang terlanjur terperangkap pada pilihan orang tua dan pada akhirnya tidak bisa survive mengikuti perkuliahan, maka, baiknya dikomunikasikan," kata anak tunggal Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti itu.

Disinggung soal masa depan pekerjaan yang hilang akibat disrupsi yang digantikan oleh mesin atau AI, Alam meyakinkan generasi muda untuk tidak takut akan peluang pekerjaan yang hilang akibat AI.

"Aku ikut kegiatan 'bicara buku' bareng Hivi, buku yang aku bawa bagaimana manusia bisa menang lawan AI, jawabannya simpel, AI tidak bisa kreatif dan hubungan emosional. Ai punya alogaritma dan alogaritma sifatnya kaku, jadi cuma bisa memecahkan satu masalah," ujar Alam.

"Ada yang namanya mesin learning tapi kemampuan dalam memecahkan masalah itu terbatas. Sedangkan manusia ketika ada masalah bisa mencari banyak alternatif pilihan yang mesin tidak bisa melakukan, dalam artian manusia ini banyak akal. Jadi jangan takut, dalam hierarkinya manusia masih paling tinggi," lanjutnya.

Mnegenai pentingnya perguruan tinggi, Alam menegaskan hal itu penting dalam membangun pola pikir dan relasi.

"Selain belajar hal fundamental, perguruan tinggi juga bisa membangun mindset dan menambah wawasan. Selain itu, teman juga makin banyak dan bisa bertukar pikiran. Pada akhirnya bisa melakukan sesuatu bareng, entah itu bisnis, organisasi dan lain sebagainya. Bahkan kolaborasi itu bisa kita temukan di perguruan tinggi," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut