Andi Azwan: Jokowi Sudah Restui Restorative Justice Rismon Sianipar
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan menyebut, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima jika Rismon Sianipar diberikan keadilan restoratif atau restorative justice dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Andi menyebut, Jokowi merupakan sosok negarawan.
"RJ ini sudah diterima oleh Pak Jokowi dan berproses, artinya kami semuanya kompak dalam satu komando kita mendukung RJ. Kita melihat Pak Jokowi sebagai korban dan sosok negarawan, pintu maaf itu diberikan seluas-luasnya pada saudara Rismon," ujarnya kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, Rismon merupakan 'pemain kunci' dari kasus ini. Karena itu menurutnya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa harus kembali ke titik nol dalam upaya hukum ini
"Mereka kembali nol lagi istilahnya, menyusun lagi rangkaian usaha ataupun upaya hukum lagi," katanya.
Ade Darmawan Bela Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli: Batinnya Terusik!
Andi menilai, hingga kini kubu Roy Suryo dan Dokter Tifa seolah menghindari pengadilan. Sementara itu Jokowi justru siap menghadapi persidangan.
"Mereka ini ada suatu kepanikan dalam diri mereka, karena biar bagaimanapun ketika kita tantang untuk praperadilan, mereka tidak mau untuk itu, dan PH-nya (penasihat hukum) ingin menghindari proses yang namanya pengadilan dengan segala upaya dan cara, dan itu sudah diungkapkan oleh PH mereka. Bahwasannya yang dikatakan penakut adalah mereka. bukan Pak Jokowi, Pak Jokowi siap untuk itu," katanya.
Sebelumnya, Roy Suryo buka suara terkait perubahan sikap Rismon Sianipar yang kini menyebut ijazah Jokowi asli. Menurutnya, perubahan sikap Rismon tak terlepas adanya intimidasi.
Roy menyebut, ada suatu hal yang membuat Rismon ketakutan hingga sikapnya terkait ijazah Jokowi berubah.
"Ada sesuatu yang membuat dia sangat bisa takut, ketakutan dan berubah. Sehingga bisa memudarkan dan membuyarkan semua yang ada," ujar Roy dalam program Interupsi bertajuk 'Dimaafkan Jokowi, Rismon Tantang Roy Suryo cs' yang disiarkan di iNews, Kamis (19/3/2026).
Roy menambahkan, penelitian terhadap ijazah Jokowi yang dilakukan bersama Rismon sudah dilakukan sejak lama. Dia mengaku heran karena Rismon tiba-tiba menyatakan penelitiannya salah.
Editor: Reza Fajri