Angela Tanoesoedibjo Soroti Perubahan Industri Media, Inovasi Jadi Kunci Bertahan
JAKARTA, iNews.id - Inovasi menjadi kunci bagi perusahaan untuk menghadapi perubahan industri yang terus berlangsung, mulai dari pergeseran perilaku konsumen hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal ini disampaikan Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo saat menjadi pembicara di acara KUMPUL Connect for Change Summit 2026, Selasa (20/10/2026). Angela mengatakan, inovasi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi perusahaan besar dengan beragam unit bisnis dan proses operasional yang kompleks untuk mempertahankan relevansi bisnis.
MNC Media, kata Angela, memiliki portofolio bisnis yang mencakup media digital dan konvensional, mulai dari platform, konten, hingga distribusi. Perubahan yang terjadi di industri media membuat perusahaan perlu menerapkan inovasi secara nyata dalam operasional bisnis.
"Dengan kondisi industri saat ini, kita tahu bahwa semuanya telah berubah. Perilaku konsumen telah berubah dan kita melihat perubahan ini akan terus berlangsung, seperti sekarang dengan adanya AI dan sebagainya," kata Angela.
Angela menambahkan, inovasi tidak cukup hanya menjadi konsep abstrak, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret yang terintegrasi dengan bisnis inti perusahaan.
Angela mencontohkan transformasi yang dilakukan iNews Media Group pada tahun lalu. Saat itu, perusahaan melakukan reorganisasi untuk mengintegrasikan proyek digital ke dalam inti bisnis, sehingga transformasi tidak berjalan terpisah dari kegiatan operasional utama.
Dalam proses tersebut, iNews melakukan restrukturisasi organisasi, pelatihan ulang karyawan, perubahan indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI), hingga penyesuaian alur kerja.
Namun, transformasi tersebut tidak berjalan mudah. Angela mengakui adanya penolakan dari sejumlah pihak karena perubahan harus dilakukan bersamaan dengan keberlangsungan operasional bisnis sehari-hari. Ia juga mengungkapkan pendapatan digital sempat mengalami penurunan selama beberapa bulan pada masa transformasi.
"Saya akui, prosesnya sangat berat. Sangat berat. Terutama karena selama beberapa bulan, pendapatan digital kami justru mengalami penurunan. Karena itu, orang-orang mempertanyakan perubahan tersebut," tuturnya.
Dari pengalaman tersebut, Angela menilai pemimpin perlu memiliki tujuan yang jelas dan tekad kuat untuk menjalankan transformasi. Meski demikian, pelaksanaannya tetap harus fleksibel agar perusahaan dapat menyesuaikan strategi dengan kondisi yang dihadapi.
"Kami sangat terlibat secara langsung selama keseluruhan proses. Namun, kami juga cukup fleksibel dalam pelaksanaannya. Saya akan mengatakan, kita harus teguh pada tujuan, tetapi sangat fleksibel dalam pelaksanaannya. Jadi, kami melakukan banyak penyesuaian sepanjang proses tersebut," katanya.
Upaya transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil setelah berjalan sekitar delapan hingga sepuluh bulan. Angela menyebut pendapatan digital secara keseluruhan tumbuh 80 persen pada akhir tahun setelah proses transformasi dilakukan.
Di tingkat holding, Angela mengatakan, manajemen juga perlu menentukan prioritas transformasi di antara berbagai bisnis yang berada di bawah naungan MNC Group. Pasalnya, perubahan dapat mengganggu kegiatan bisnis dalam jangka pendek sehingga perlu mempertimbangkan risiko dan potensi nilai yang dihasilkan pada masa depan.
"Kami harus menentukan apa yang penting dan perusahaan mana yang perlu diprioritaskan untuk menjalani transformasi semacam ini. Sebab, sejujurnya, transformasi dapat mengganggu jalannya bisnis. Jadi, kami harus benar-benar memilih dan menentukan prioritas dengan mempertimbangkan risiko serta nilai yang bisa kami hasilkan pada masa depan," ucap Angela.
Editor: Aditya Pratama