Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aceh Paling Terdampak Bencana, Komisi VIII DPR Minta Rehab 208.000 Rumah Rusak Dikebut
Advertisement . Scroll to see content

Anggota DPR Apresiasi Pemerintah Alihkan Dana Sitaan Triliunan untuk Pendidikan

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:46:00 WIB
Anggota DPR Apresiasi Pemerintah Alihkan Dana Sitaan Triliunan untuk Pendidikan
Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti.(Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Sejarah politik Indonesia kontemporer dinilai sedang memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti, menyebut fase ini sebagai momen di mana negara "kembali mengingat dirinya" dan hadir secara nyata di tengah persoalan mendasar rakyat.

Menurut Azis, langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah saat ini bukan sekadar kebijakan prosedural, melainkan intervensi terhadap ketidakadilan struktural yang telah lama mengakar.

Salah satu poin krusial yang disoroti Azis adalah kebijakan pemutihan utang bagi petani dan nelayan. Dalam sejarah ekonomi-politik Indonesia, utang macet sering menjadi mekanisme yang membekukan kesejahteraan rakyat kecil.

"Ketika negara menghapus piutang macet, yang dipulihkan bukan hanya arus kas, tetapi kapasitas hidup. Negara sedang mengintervensi titik di mana ketimpangan direproduksi dari generasi ke generasi," ujar Azis di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Langkah ini, menurutnya, menandai kehadiran negara yang tidak lagi netral terhadap ketidakadilan, melainkan berpihak pada kelompok yang rentan.

Azis juga menekankan pentingnya langkah berani pemerintah dalam menertibkan kawasan hutan dan sektor pertambangan yang selama ini menjadi "ruang abu-abu".

Pengambilalihan jutaan hektare kawasan hutan yang dikuasai tanpa hak, termasuk di Tesso Nilo, dinilai sebagai upaya membangun ulang kedaulatan ruang.

Penutupan ribuan titik tambang ilegal dan penyitaan ratusan ton timah dipandang sebagai perubahan rasionalitas kekuasaan.

"Selama ini, korupsi ditangani hanya dengan logika penghukuman. Namun sekarang, dana sitaan triliunan rupiah dialihkan untuk pendidikan dan perbaikan sekolah. Ini adalah praktik keadilan restoratif pada skala negara," katanya.

Dimensi lain yang menarik adalah kepemilikan perkampungan haji di Makkah. Azis menilai kemampuan negara melindungi warganya di luar negeri adalah indikator kematangan sebuah bangsa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut