Anggota DPR Ungkap Kunci Indonesia Jadi Negara Besar: Kepercayaan Rakyat
JAKARTA, iNews.id – Anggota Komisi II DPR Azis Subekti menilai kepercayaan publik menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan Indonesia menuju negara besar di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, peran negara kini semakin kuat dalam sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, industri, pertahanan, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Politisi Partai Gerindra itu menekankan kekuatan ekonomi dan ketahanan negara tidak lahir secara instan, melainkan dibangun dari keyakinan rakyat terhadap arah kebijakan pemerintah.
"Ia tumbuh dari kepercayaan bahwa kebijakan yang diambil memang ditujukan untuk kepentingan bersama, bukan untuk segelintir kelompok," ujar Azis, Selasa (13/1/2026).
Dia mengingatkan, menjaga kepercayaan tersebut menjadi tantangan utama pemerintahan saat ini dan ke depan, terutama agar agenda besar tidak tergerus oleh kepentingan jangka pendek maupun manuver politik sesaat.
"Di sinilah tantangan terbesar pemerintahan hari ini dan seterusnya menjaga agar arah besar tidak tereduksi oleh kepentingan jangka pendek, transaksi politik, atau kebisingan yang menggerus rasa keadilan," tutur dia.
Azis menjelaskan, sejumlah kebijakan strategis memang membutuhkan waktu dan kesabaran bersama. Program hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, pembenahan fiskal, hingga reformasi birokrasi tidak selalu memberikan dampak instan bagi masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, dia menilai rasa saling percaya menjadi modal penting agar bangsa tetap solid dan tidak terjebak dalam saling menyalahkan.
"Kepercayaan juga menjadi jembatan penting antara pemerintah pusat dan daerah. Negara besar tidak dibangun hanya dari istana, melainkan dari ribuan keputusan kecil di kabupaten, kota, dan desa," ujarnya.
"Ketika pusat percaya pada daerah, dan daerah merasa dipercaya untuk mengeksekusi kebijakan dengan bertanggung jawab, maka konsistensi arah nasional akan terjaga," imbuhnya.
Dia menilai prinsip kepercayaan juga relevan dalam hubungan antarkelompok politik. Menurutnya, demokrasi bukan sekadar soal kemenangan dan kekalahan, tetapi tentang komitmen menjaga agenda bersama setelah kontestasi politik berakhir.
Azis menegaskan, negara besar tidak menuntut kesamaan pandangan, melainkan kesepakatan bahwa stabilitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan rakyat adalah tujuan bersama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.
"Di sinilah pesan terpenting yang patut dijaga dalam perjalanan pemerintahan ini. Indonesia tidak sedang berada di jalan yang mudah, tetapi berada di jalan yang masuk akal secara sejarah," ujar Azis.
Dia menambahkan, jalan tersebut hanya bisa ditempuh melalui kebijakan yang konsisten, kepemimpinan yang tegas, serta kepercayaan publik yang terus dipelihara melalui kejujuran, keterbukaan, dan keberanian melakukan koreksi.
"Selama pemerintah menjaga arah dengan konsisten dan adil, dan selama rakyat memberi ruang kepercayaan yang rasional dan kritis, Indonesia memiliki peluang nyata untuk tumbuh menjadi negara besar stabil secara politik, mandiri secara ekonomi, dan mampu menyejahterakan rakyatnya dengan martabat," tutur dia.
Editor: Rizky Agustian