Angin Kencang Terjang Jateng dan Jatim, Puluhan Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang
JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan beberapa kejadian bencana hingga Sabtu (7/6/2025) pagi. Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian, yaitu hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (5/6/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, angin kencang terjadi pukul 15.05 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Desa Tlogo, Kecamatan Tretep, menjadi salah satu daerah terdampak, dengan 20 rumah rusak dan pohon tumbang akibat terjangan angin.
“Wilayah terdampak di Desa Tlogo, Kecamatan Tretep. Kaji cepat sementara mencatat 20 rumah rusak akibat peristiwa ini,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (7/6/2025).
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan.
Logistik bagi warga terdampak telah didistribusikan, sementara kerja bakti bersama tim gabungan dilakukan untuk membersihkan puing dan material yang terbawa oleh angin kencang.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), tepatnya di Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran pada hari yang sama.
Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Ki Hajar Dewantara, menimpa seorang warga yang sedang melintas. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Moch. Selain itu, satu kendaraan rusak akibat tertimpa pohon.
BPBD Kota Probolinggo bersama BPBD Jatim segera melakukan penanganan darurat dan berhasil mengevakuasi pohon tumbang pada Kamis malam, sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal.
Menanggapi kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di tengah momentum libur panjang akhir pekan.
Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul saat berkunjung ke tempat wisata, perhatikan gejala alam serta pantau prakiraan cuaca dan kesiapsiagaan dari otoritas terkait,” ucapAbdul Muhari.
Dengan peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan.
“Sediakan waktu untuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul di setiap tempat wisata yang dikunjungi. Perhatikan gejala alam terutama yang berwisata di lokasi wisata air dan selalu memantau prakiraan cuaca dan kesiapsiagaan dari otoritas terkait," ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi