Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo Ngaku Tak Benci Anies Meski Pernah Dikasih Nilai 11
Advertisement . Scroll to see content

Anies Sindir Balik Prabowo, Gerindra Tak Tinggal Diam

Jumat, 10 Oktober 2025 - 20:14:00 WIB
Anies Sindir Balik Prabowo, Gerindra Tak Tinggal Diam
Presiden Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Kolase/BPMI Setpres dan Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat saling sindir. Sindiran bermula saat Prabowo mengungkit Anies yang memberikannya penilaian 11 dari 100 semasa menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025) lalu. 

Dia mengaku tidak dendam kepada Anies. Keduanya diketahui sempat bertarung pada kontestasi Pilpres 2024 yang dimenangi oleh Prabowo.

Prabowo awalnya menyampaikan terkait kedewasaan dalam berpolitik. Dia menyebut, setiap kontestasi harus siap menang dan juga kalah.

"Tapi oke, yang lewat, lewat, kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara. Saudara-saudara, politik seperti itu, ga ada masalah, aku terus terang, saya ga dendam sama Anies (Baswedan), engga," ujar Prabowo saat berpidato 

Dia juga mengaku tidak mempermasalahkan nilai 11 dari 100 yang diberikan Anies kepada dirinya. Bahkan, dia menyebut Anies membantunya memenangkan Pilpres 2024 karena memberikan nilai tersebut.

"Kalau dikasih nilai 11 tuh gue gak apa-apa tuh, sebetulnya dia yang bantu aku menang karena emak-emak kasihan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berkelakar telah mengikuti lima kali pemilihan presiden di Tanah Air, empat di antaranya kalah, termasuk saat didukung Partai Keadilan Sosial (PKS).

"Kita ingin menang, tapi kita juga harus siap kalah, kalau mau belajar kalah belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan empat kali kalah, PKS ikut-ikut lagi, dua kali dukung gue dua kali kalah. yang gue menang lu gak dukung lagi hahaha," kata dia.

Prabowo kembali menegaskan dalam menjalani demokrasi harus dewasa. Setelah menjalani pemilihan umum, maka masyarakat harus bersatu.

"Jadi saudara-saudara, kita harus demokrasi yang dewasa, siapa presiden, siapa wakil presiden, yang penting siapa pun kita bersatu bekerja untuk bangsa dan negara," ucapnya.

Anies Singgung Kabinet Prabowo

Sementara itu, Anies saat menjadi pembicara kunci alias keynote speaker dalam Dialog Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025) lalu menyoroti kabinet Prabowo. Dia mengatakan, jabatan publik saat ini diberikan kepada seseorang dengan mempertimbangkan koneksi, alih-alih kompetensi.

Dia pun menekankan Indonesia tidak akan bisa maju apabila jabatan publik diberikan kepada orang yang tidak berkompetensi.

“Banyak tanggung jawab publik hari ini diberikan bukan karena kompetensi, tapi karena koneksi. Kalau begini, kapan negeri ini bisa maju kalau tugas-tugas publik diberikan kepada orang-orang yang kompetensinya tidak nyambung, bahkan di bawah standar,” ujar Anies.

Dia menegaskan, integritas harus menjadi kunci dalam sistem politik. Menurut dia, kebijakan yang mengedepankan rasa keadilan akan muncul seiring integritas yang dikedepankan.

"Kita perlu wujud dari integritas itu dalam kebijakan yang mencerminkan rasa keadilan, termasuk kesederhanaan di dalam keseharian, terutama mereka-mereka yang jadi panutan di negeri ini,” kata Anies.

Gerindra Bela Prabowo

Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Ahmad Riza Patria merespons pernyataan Anies tersebut. Dia menegaskan setiap presiden, termasuk Prabowo, memiliki cara masing-masing dalam menyusun kabinet.

"Ya semua presiden punya cara masing-masing ya, menyusun kabinet," kata pria yang akrab disapa Ariza itu, Jumat (10/10/2025).

Dia menekankan Indonesia merupakan negara yang besar dan luas. Bahkan, banyak masalah yang sangat kompleks terjadi di Tanah Air.

Dia meyakini para pejabat publik yang membantu Prabowo merupakan putra putri terbaik bangsa yang memiliki kompetensi baik.

"Jadi, itulah cara Bapak Presiden mengakomodasi semua putra-putri terbaik untuk berbuat ya," ujarnya.

Ariza juga menyebut Prabowo sangat akomodatif dalam menampung aspirasi masyarakat. Semua pihak akan diajak bicara untuk membahas persoalan tertentu.

"Bapak Presiden itu selalu akomodatif, selalu ingin menggerakkan, mengajak seluruh elemen masyarakat berbuat," tuturnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut