Apresiasi Peluncuran Buku Bamsoet, Hary Tanoe Sebut 4 Pilar Harus Disosialisaikan

Ari Sandita Murti ยท Rabu, 10 Agustus 2022 - 23:02:00 WIB
Apresiasi Peluncuran Buku Bamsoet, Hary Tanoe Sebut 4 Pilar Harus Disosialisaikan
Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menghadiri peluncuran buku Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto : Ari Sandita)

JAKARTA, iNews.id -Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) meluncurkan dua buku terbarunya, yakni 'Indonesia Era Disrupsi' sebagai buku ke-23, serta 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa' sebagai buku ke-24 yang ditulisnya. Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) pun turut berkomentar tentang buku tersebut.

Salah satu yang dikomentari Hary Tanoe terkait cara melawan paham radikalisme dan demoralisasi bangsa. Dia pun setuju dengan konsep yang disarankan Ketua MPR RI, Bamsoet tetang pencegahan terorisme, radikalisme, hingga demoralisasi dengan menggunakan vaksinasi 4 Pilar MPR RI.

"Tentunya 4 pilar itu yang harus betul-betul disosialisasikan pada masyarakat dan juga mungkin sekolah-sekolah yah dari awal terkait dengan NKRI, terkait dengan Pancasila, terkait dengan Bhineka Tunggal Ika, terkait juga UUD 1945," ujarnya usai menghadiri peluncuran buku tersebut, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, konsep 4 Pilar tersebut harus disosialisasikan secara luas pada semua lapisan masyarakat Indonesia, bahkan kalau bisa sejak dini, misalnya saja pada anak remaja sekolah. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terpelihara dan tak terusik dengan paham radikalisme, terorisme, hingga demoralisasi bangsa.

"Jadi, kalau itu betul-betul dipahami dan disebarluaskan ke seluruh masyarakat, termasuk sekolah-sekolah, saya rasa persatuan dan kesatuan bangsa itu juga akan terpelihara," katanya.

Sementara itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menerangkan, salah satu bukunya yang berjudul 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa' itu di dalamnya menegaskan dalam melawan radikalisme, terorisme, hingga demoralisasi bangsa dengan berbagai bentuk lainnya, tidak cukup melalui penegakan hukum. Dibutuhkan upaya lain berupa strategi cegah dan tangkal melalui vaksinasi ideologi.

"Tekanan dan beban kehidupan yang semakin sulit juga berpotensi mendorong tumbuh suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda