Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mudik dan pulang kampung yang dimaknai berbeda oleh Presiden Joko Widodo menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut istilah mudik berbeda dengan pulang kampung seperti penjelasan Jokowi.

Awalnya Arief mengatakan mudik bisa diartikan dengan pulang kampung karena mudik berasal dari kata udik yang artinya kampung. Tapi menurutnya mudik sesuai Bahasa Jawa ngoko memiliki makna pulang sebentar yang biasa dilakukan saat hari raya seperti Natal dan Lebaran.

"Istilah mudik sering digunakan saat hari raya seperti Lebaran, Natal, dan Imlek," ucapnya di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Sementara itu pulang kampung menurutnya bisa dilakukan setiap saat selain hari raya. Misal untuk menghadiri acara hajatan keluarga di Kampung dan lain sebagainya.

Baginya pulang kampung bisa jadi bermakna kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan atau penghasilan di kota. Seperti yang terjadi di masa pandemi corona ini.

"Mereka akan kembali ke kota kalau ada pekerjaan lagi. Jadi benar yang dijelaskan Pak Jokowi, tapi banyak politisasi seperti tidak ada kerjaan saja," katanya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut