Arti Social Battery yang Dipakai Anak Gaul saat Nongkrong, Ternyata Berhubungan dengan Energi
JAKARTA, iNews.id – Arti social battery membuat sebagian orang bertanya-tanya. Pasalnya, kata ini sering dipakai anak gaul dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.
Belakangan ini muncul suatu istilah yang menjelaskan bagaimana aktivitas sosial dapat memberi dampak tertentu terhadap suatu individu, yang dikenal dengan istilah social battery.
Apakah kamu pernah merasakan saat sedang berada di keramaian lalu tiba-tiba hilang rasa energi untuk bersosialisasi? rasanya seperti susah untuk berkomunikasi dan ingin menghilang dari tempat keramaian tersebut.
Apabila kamu merasakan hal itu, tandanya bisa jadi social battery kamu sudah terkuras atau habis. Lantas, apa arti sebenarnya social battery yang sering digunakan anak zaman now tersebut?
Agar tidak salah menggunakan istilah tersebut, arti kata social battery perlu dipahami terlebih dahulu melalui ulasan berikut ini, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (6/10/2023).
Social Battery adalah kosakata dari bahasa Inggris yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti baterai sosial.
Sehingga, social battery bisa diartikan sebagai energi seseorang dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang berbau sosial atau seseorang menggunakan energi dirinya untuk melakukan banyak interaksi dengan manusia lainnya.
Sederhananya, social battery seperti baterai ponsel yang memiliki kapasitas energi tertentu bagi seseorang untuk terlibat dan berbaur dengan sekelompok orang.
Sehingga, baterai sosial yang kecil atau tidak tahan lama artinya seseorang memiliki lebih sedikit energi untuk bersosialisasi secara keseluruhan.
Sementara, social battery yang lebih besar atau lebih tahan lama menunjukkan bahwa seseorang memiliki banyak energi untuk bersosialisasi.
Biasanya, hal ini sangat besar pengaruhnya dari kepribadian orang yang ekstrovert dan introvert. Seorang ekstrovert tak mudah merasa lelah dan bosan, bahkan cenderung seperti mendapatkan energi ketika bersosialisasi.
Sedangkan introvert biasanya akan mudah merasa kelelahan dan terkuras energinya ketika berada di lingkungan sosial. Meski begitu, sistem saraf memiliki kapasitas untuk semua jenis aktivitas, termasuk bersosialisasi.
Hal yang mungkin dilakukan dalam memulihkan baterai sosial itu seperti tidur, melakukan kegiatan yang menjadi hobinya, bersantai memutar musik kesukaannya ataupun bisa juga bersantai dengan teman terdekat atau keluarga yang lebih memahami mereka.
Terdapat beberapa hal yang dapat memengaruhi berapa lama social battery seseorang akan bertahan (Vilines, 2022), antara lain:
1. Kepribadian orang tersebut
Seseorang yang memiliki kepribadian introvert memiliki sikap menarik diri yang berbentuk menyendiri, gampang kecewa, mudah untuk merasa tersinggung, mudah tunduk, serta menyalahkan diri sendiri (Sakinah, 2018). Hal ini menjadi salah satu penyebab mudahnya social battery pada remaja introvert bertahan dalam waktu yang ‘pendek’ ketika berinteraksi.
2. Tipe interaksi sosial yang dilakukan
Dapat berupa seperti remaja introvert sedang berinteraksi dengan lingkungan yang tidak bersahabat dengan dirinya, hal itu cenderung akan mendorong remaja tersebut untuk menggunakan energi yang lebih dari biasanya.
3. Kemudahan seseorang dalam berinteraksi
Interaksi yang dilakukan seorang remaja introvert akan memengaruhi seberapa banyak energi yang digunakan. Contoh, cara remaja introvert berinteraksi dengan sahabatnya akan berbeda dengan cara mereka berinteraksi dengan orang asing. Dalam hal ini, berinteraksi dengan orang asing akan membutuhkan effort yang lebih sehingga akan menguras energi lebih banyak.
Stress yang disebabkan oleh lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Bentuk stress yang berasal dari lingkungan eksternal berupa lingkungan yang dianggap kurang nyaman karena terlalu berisik atau mengganggu sedangkan stress yang berasal dari lingkungan internal berupa kecemasan yang ada pada diri remaja introvert .
Demikian ulasan tentang arti social battery. Semoga bermanfaat!
Editor: Johnny Johan Sompotan