Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Discombobulator, Senjata Rahasia yang Digunakan AS Serang Venezuela?
Advertisement . Scroll to see content

AS Sebut RI Setuju Beli 8 Pesawat Osprey, Eks Sekjen Kemhan: Baru Klaim Sepihak

Selasa, 07 Juli 2020 - 22:19:00 WIB
AS Sebut RI Setuju Beli 8 Pesawat Osprey, Eks Sekjen Kemhan: Baru Klaim Sepihak
Departemen Luar Negeri AS menyebut Indonesia setuju membeli pesawat Tiltrotor MC-22 Osprey Blok C. (Foto: Aviation Geek/AFP).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji menilai pernyataan Amerika Serikat tentang pembelian pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C oleh Indonesia baru sebatas klaim sepihak. Sepengetahuannya, pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) membutuhkan proses panjang.

Agus menuturkan, informasi tentang persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas rencana penjualan delapan pesawat Osprey merupakan statemen dari pihak AS semata. Proses pembangunan kekuatan alutsista, apapun tipenya, ditentukan oleh Kemhan, melalui proses yang ketat dan bersifat rahasia.

“Proses pembelian alutsista merupakan proses bertahap yang panjang. Pasti ada perencanaan berjenjang. Apa kepentingan nasional kita, itu yang jadi pertimbangan utamanya,” kata Agus saat peluncuran buku karyanya yang berjudul "Ekonomi Pertahanan : Menghadapi Perang Generasi Keenam" Selasa (7/7/2020).

Peluncuran buku itu ditandai dengan diskusi daring yang diselenggarakan Jakarta Defence Studies (JDS) bertajuk “ Strategi di Balik Kebijakan Alokasi Anggaran Pertahana”. Selain Agus, diskusi menghadirkan tiga pembicara lainnya yakni Guru Besar Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, dan Jubir Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Bagaimana reaksi Kemhan? Dahnil menolak berkomentar tentang informasi tersebut.

Sebelumnya, dalam siaran pers Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS, disebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS menyetujui rencana penjualan delapan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C kepada Indonesia. Ini berarti Indonesia bisa menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan pesawat angkut militer itu setelah AS dan Jepang.

Siaran pers itu dikeluarkan di Washington DC, AS, Selasa (6/7/2020) atau Rabu (7/7/2020) waktu Indonesia. Disebutkan, DSCA telah mengirim notifikasi akan kemungkinan penjualan Osprey tersebut ke Kongres AS pada hari yang sama.

Menurut AS, Pemerintah Indonesia telah mengajukan pembelian delapan pesawat MV-22 Osprey Block C kepada Pemerintah AS, beberapa waktu lalu. Nilai total pembelian ini mencapai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,9 triliun.

Mantan Sekjen Kemhan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji. (Foto: Antara).
Mantan Sekjen Kemhan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji. (Foto: Antara).

Agus mengatakan, ekonomi dan pertahanan merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan kedua dislipin ilmu tersebut bisa saling melengkapi bagi eksistensi suatu negara dalam persaingan di dunia internasional.

Menurut purnawirawan jenderal bintang tiga ini, ekonomi pertahanan merupakan ilmu yang menggunakan metode ilmu ekonomi untuk mempelajari isu-isu yang berkaitan dengan pertahanan, perencanaan pembangunan kekuatan termasuk pelucutan sejata dan perdamaian dunia.

‘’Ekonomi pertahanan mengaplikasikan ilmu ekonomi yang sudah digunakan jauh ke dalam bidangbidang tertentu, dalam hal ini pertahanan negara,’’ ujarnya.

Sementara itu Menurut Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, pertahanan merupakan salah satu kunci penting bagi keberlangsungan negara di lingkungan dunia internasional yang anarki.

Dia mencontohkan Jepang sebelum memodernisasi angkatan pertahanannya banyak harus menerima kepentingan asing di negaranya sekalipun kurang menguntungkan Jepang. Pasca-Restorasi Meiji pada awal abad ke-20, Jepang keluar sebagai salah satu negara yang paling disegani, khususnya paska kemenangannya atas Rusia pada 1905.

“Karena itu, Ekonomi dan Pertahanan harus berjalan beriringan. Ekonomi yang sehat akan mendukung peningkatan pertahanan. Pertahanan yang lemah dapat mengancam keberadaan negara, dan ini akan menghasilkan konsekuensi negatif yang tinggi bagi ekonomi negara,” ucapnya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut