Awal Ramadan Tak Sama, Anwar Abbas Ingatkan Sikap Toleran 4 Imam Mazhab
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merespons perbedaan penetapan 1 Ramadan 1447 H/2026. Dia mengingatkan sikap toleransi yang ditunjukkan empat imam mazhab.
"Salah satu hal menarik dari mereka (empat imam mazhab) adalah sikap toleran yang telah mereka perlihatkan kepada kita," kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Meski memiliki perbedaan dan pandangan, kata dia, mereka tetap saling menghormati dan tidak memaksakan pendapatnya kepada yang lain.
"Hal itu bisa terjadi karena mereka selain sangat mengutamakan ukhuwah Islamiyah, juga karena mereka melihat perbedaan pendapat tersebut bukanlah sebuah bencana atau malapetaka tapi sebuah rahmat," ujarnya.
Wamenag Imbau Tak Ada Sweeping Rumah Makan saat Ramadan: Tidak Semua Orang Puasa
"Oleh karena itu, mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak yang lain," imbuhnya.
Dia mencontohkan Imam Syafi'i yang menggunakan qunut dalam salat subuh dan Imam Abu Hanifah yang tidak membaca qunut.
MUI Respons Awal Ramadan 2026 Berbeda: yang Penting Jaga Keutuhan, Saling Menghormati
Menag soal Awal Ramadan Tak Sama: Perlu Kita Cari Titik Temunya
Ketika Imam Syafi'i berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, dia salat subuh tanpa membaca qunut dengan alasan menghormati Imam Abu Hanifah.
"Hal serupa juga diperlihatkan Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi'i, kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fiqih, tetapi meski pun demikian, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi'i dalam solatnya bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama empat puluh tahun," ucapnya.
Muhammadiyah Perkuat Aksi Peduli Lingkungan di Momentum Ramadan 1447 H
Menurut Anwar, umat Muslim sebagai pengikut imam-imam seharusnya menghormati perbedaan awal Ramadan demi terciptanya kerukunan.
"Oleh karena itu, sikap terbaik yang perlu kita buat mari kita kembangkan sikap saling hormat menghormati diantara kita karena memang dengan cara seperti itulah, kita akan dapat menegakkan ketertiban dan ukhuwah islamiyah serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat di antara kita," tutur dia.
Diketahui, pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026. Sementara itu, organisasi keagamaan Muhammadiyah menetapkan awal puasa jatuh pada hari ini.
Editor: Rizky Agustian