Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Ungkap Rencana Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Ancam Setop Ekspor Gas ke Negara yang Tak Hargai Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41:00 WIB
Bahlil Ancam Setop Ekspor Gas ke Negara yang Tak Hargai Indonesia
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang mengevaluasi kontrak ekspor gas dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia. Pemerintah bahkan mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan sumber daya energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum mengalokasikan pasokan untuk ekspor.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan terlebih dahulu untuk kepentingan nasional.

"Saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara," kata Bahlil, dikutip Jumat (23/10/2026).

Dia menegaskan, pemerintah tidak segan mempertimbangkan penghentian ekspor kepada negara yang tidak menghargai Indonesia. Menurutnya, hubungan perdagangan energi harus didasarkan pada prinsip saling menghormati dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

"Kalau memang mereka tidak menghargai Indonesia, saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka," ujarnya.

Sebaliknya, pemerintah tetap membuka peluang kerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Bahkan, Bahlil menyatakan pemerintah dapat menjajaki kontrak baru dengan negara yang membutuhkan pasokan energi meskipun sebelumnya belum memiliki kontrak dengan Indonesia.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menempatkan kepentingan nasional dan kedaulatan negara sebagai prioritas dalam pengelolaan sumber daya energi.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut