Bahlil Buka Peluang Turunkan Harga Pertamax Cs: Kita Sudah Minta ke Badan Usaha
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Bahkan, hal itu telah ia sampaikan ke badan usaha swasta dan juga Pertamina.
Menurut Bahlil, peluang itu bisa terwujud apabila tren harga minyak mentah dunia terus mengalami pelemahan. Pemerintah saat ini tengah menghitung dampak pergerakan harga minyak dunia sebelum memutuskan penyesuaian harga BBM.
"Tadi setelah saya melakukan rapat paripurna kabinet yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kami melanjutkan pertemuan dengan Bapak Presiden. Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini, dan alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum," kata Bahlil kepada awak media, dikutip Selasa (21/7/2026).
"Yang kedua, saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM, alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insya Allah akhir tahun nggak ada masalah. Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah nggak ada kenaikan sama sekali," sambungnya.
Bahlil menyebut, pihaknya juga meminta PT Pertamina dan badan usaha penyedia BBM lainnya untuk bersiap melakukan penyesuaian harga apabila harga minyak dunia terus mengalami penurunan.
"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," ungkap Bahlil.
Oleh karena itu, pemerintah akan segera menggelar rapat bersama Pertamina dan badan usaha lainnya guna membahas formulasi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih sangat dinamis.
"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan. Karena kita teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Nggak sampai 2 hari naik lagi," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah akan mencari formulasi yang adil agar penyesuaian harga tidak memberatkan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi maupun pelaku usaha di sektor perminyakan.
"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," ucap Bahlil.
Editor: Puti Aini Yasmin