Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Sebut Iran Terapkan Buka Tutup di Selat Hormuz, Kecuali Kapal AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Buka Peluang WFA untuk Tekan Konsumsi BBM Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:05:00 WIB
Bahlil Buka Peluang WFA untuk Tekan Konsumsi BBM Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka peluang penerapan WFA untuk menekan konsumsi BBM dalam negeri. (Foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait wacana penerapan work from anywhere (WFA) untuk menekan konsumsi BBM dalam negeri. Menurutnya, saat ini pemerintah tengah menyiapkan beberapa opsi.

Bahlil menjelaskan, konflik tersebut berdampak pada tersendatnya rantai pasok minyak mentah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab salah satu selat yang melayani 20-30 persen perdagangan minyak dunia, Hormuz ditutup oleh Pemerintah Iran.

"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tetapi sedang dikaji. Tentang apakah kita butuhkan WFA, tetapi menurut saya semua kemungkinan itu bisa terjadi, yang penting adalah penghematan BBM," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).

Penutupan Selat Hormuz secara langsung menguji ketahanan fiskal. Harga minyak mentah dalam asumsi APBN 70 dolar AS, saat ini telah melonjak hingga lebih dari 90 dolar AS. Sehingga Pemerintah perlu meningkatkan kompensasi kenaikan harga minyak mentah kalau mau menjaga harga subsidi.

"Tapi yang penting adalah penghematan terhadap BBM. Di samping kita memang menghemat impor, itu juga (WFA) menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya Ekonom INDEF, Hakam Naja memproyeksikan penutupan Selat Hormuz bisa memicu defisit APBN Rp149,6 triliun. Ia menjelaskan, asumsi makro APBN 2026 harga minyak pada kisaran 70 dolar AS per barel. Sedangkan kenaikan 1 dolar AS per barel minyak akan menaikkan defisit sebesar Rp6,8 triliun. Sehingga, jika harga minyak saat ini berada di angka 92 dolar AS per barel, maka APBN diproyeksikan terkuras Rp149,6 triliun.

"Kenaikan harga minyak pada angka mendekati 100 dolar AS per barel ini bisa mendongkrak defisit APBN terhadap PDB mendekati 4 persen, melampaui angka 3 persen yang dipatok oleh UU no. 17/2003 tentang Keuangan Negara," ujar Naja dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Minggu (8/3/2026)

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut