Bahlil Jamin Harga BBM Baru B50 untuk Kapal Nelayan Tetap Murah
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru dengan kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) 50 persen atau biodieselB50 akan tetap murah di tingkat nelayan.
Bahlil menyebut, harga B50 yang dibeli para nelayan akan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Namun, subsidi tersebut diberikan tanpa menggunakan APBN, melainkan dana surplus yang dimiliki oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Jangan kita membuat petani dan nelayan, itu harganya mahal (beli B50). Jadi tanpa dana APBN, akan menggunakan sebagian dana BPDPKS untuk menurunkan harga B50 di tingkat nelayan," ujar Bahlil dalam acara peluncuran biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026).
Bahlil menambahkan, selama tiga bulan terakhir dana BPDPKS surplus. Kelebihan dana ini rencananya akan digunakan untuk mengintervensi harga B50 di tingkat nelayan.
Adapun, nelayan yang disasar adalah yang memiliki kapasitas produksi ikan di atas 30 ton.
"Tadi arahan Pak Menko Perekonomian, ternyata 3 bulan terakhir dana BPDPKS surplus. Saya bilang ke Pak Menko, Presiden kita ini sangat sayang kepada petani dan nelayan, jangan kita buat harga mahal," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil menerangkan bahwa masa transisi dari B40 ke B50 akan terjadi dalam waktu dua bulan. Diprediksi ketersediaan B40 sudah habis di pasaran dalam kurun waktu tersebut sehingga peredaran B50 mulai merata di seluruh Indonesia.
"Jadi ini transisi 2 bulan saja, sekarang sudah dipakai 56 persen dari total solar yang ada. Jadi, dua bulan B40 habis, setelah transisi semua sudah pakai B50," kata dia.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyinggung penghematan devisa negara yang bisa terjadi melalui implementasi B50. Menurutnya, negara bisa menghemat devisa Rp170 triliun per tahun karena tidak perlu lagi impor solar untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
"Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari 1,8 juta orang pada B40 menjadi 2,1 juta pada B50. Lebih dari itu, menjaga bumi kita, meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton co2 menjadi 44 juta co2," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama