Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Sebut Ada Tangki Mobil Dimodifikasi hingga 1 Ton Picu Antrean BBM Mengular di Makassar
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional Masih 20 Hari: Harusnya Tak Ada Antrean

Selasa, 15 September 2026 - 11:52:00 WIB
Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional Masih 20 Hari: Harusnya Tak Ada Antrean
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional masih aman untuk 20 hari. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM( nasional masih mencukupi untuk 20 hari. Ia pun mengaku heran dengan antrean pembelian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU Makassar.

Bahlil menegaskan antrean tersebut bukan disebabkan oleh persoalan cadangan BBM nasional. Dia menyebut kondisi stok BBM secara nasional masih aman.

“Cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya tidak logis masa terjadi antre,” ujarnya saat menghadiri acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Bahlil, salah satu persoalan yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan penggunaan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.

Dia menyebut terdapat mobil Pajero hingga truk yang menggunakan tangki berkapasitas ratusan liter. Kapasitasnya bahkan disebut bisa mencapai 700 liter hingga 1 ton BBM.

“Dan ternyata ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ,” kata Bahlil.

Praktik tersebut dinilai turut memperparah antrean di SPBU. Bahlil meminta kepolisian ikut mengawasi distribusi BBM subsidi untuk mencegah penyalahgunaan.

Dia juga menyoroti kendaraan yang mengantre meski bahan bakar di dalam tangki belum habis. Menurut Bahlil, ada kendaraan yang hanya mengisi sekitar 10 liter, 15 liter, hingga 20 liter.

“Ini ada indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum penuh, eh tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter,” ujarnya.

Selain dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, Bahlil menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.

Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi disebut beralih ke BBM subsidi, khususnya Pertalite. Peralihan tersebut meningkatkan permintaan di sejumlah SPBU Makassar.

“Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai BBM subsidi, sekarang shifting pindah ke subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ungkapnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut