Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tok! MK Tidak Terima Gugatan Sekjen PDIP Hasto soal Pasal Perintangan Penyidikan
Advertisement . Scroll to see content

Balas Pernyataan Hasto, Politikus Demokrat Singgung Kasus Bansos Covid-19 dan Harun Masiku

Sabtu, 29 Mei 2021 - 11:35:00 WIB
Balas Pernyataan Hasto, Politikus Demokrat Singgung Kasus Bansos Covid-19 dan Harun Masiku
Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik. (Foto: Dok. Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrat bereaksi terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Pernyataan tersebut terkait PDIP enggan untuk berkoalisi dengan partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Politikus Demokrat Rachland Nashidik menyampaikan, partainya juga enggan untuk berkoalisi dengan PDIP. Bahkan, dia menyinggung kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) penanggulangan dampak pandemi Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) dari PDIP Juliari Batubara.

"Saya tidak tahu apa keputusan DPP PD. Tapi pendapat saya mirip dengan Hasto. Bukan tak mungkin, tapi menurut saya, sulit bagi Demokrat berkoalisi dengan partai kasus bansos Masiku," ujar Rachlan dikutip dari akun Twitter @RachlandNashidik, Sabtu (29/5/2021).

Sebelumnya, Hasto menegaskan tidak akan membuka peluang berkoalisi dengan dua partai politik (parpol), yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat dalam kontestasi Pilpres 2024.

Hasto menuturkan, DNA Demokrat berbeda jauh dengan PDIP. "Kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mepertemukan tersebut karena beda karakternya, nature-nya," kata Hasto dalam diskusi bertajuk, Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024 yang digelar secara daring, Jumat (28/5/2021).

Hasto juga sempat menyampaikan, PDIP memiliki ideologi dan basis massa yang berbeda dengan PKS. "PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda, sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut